Azan subuh tidak membangunkanku, pukul delapan pagi aku baru terbangun untuk hari minggu jika tidak tentu aku menjadi bualan di kantor karena terlambat masuk kerja. Niat hati untuk membersihkan diri, Selengkapnya
Penulis: Siti Nurbaya AZ
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Seonggok Daging Bernama Hati (2)”
“Intan Permata.” Batinku menyebut nama bidadariku yang terluka akibat ulahku Dia bersinar tapi tidak sombong dengan kilaunya, tapi aku merendahkan dirinya dengan mengatakan aku mencintai kaca yang berkilau menyilaukan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Seonggok Daging Bernama Hati (1)”
Daging yang terluka tapi tidak menampakkan darah yang mengalir itu hati, hati yang sangat peka walaupun sudah dilukai berulang kali masih bisa memaafkan jika sudah tertanam cinta di dalamnya. Daging Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (4)”
Tanganku mengusap muka, setelah berdoa dipusara Bang Faisal sudah sepekan kepergian Bang Faisal tapi aku masih merasa kehadirannya. Tidak sedikitpun aku merasa dirinya telah meninggalkanku, seakan dirinya selalu menemaniku. Pusara Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (3)”
“Tidak ada yang tidak mungkin Bang, berhusnudzon kepada Allah Bang.” Ucapku bukan hanya menenangkan dirinya saja tapi juga menenangkan diriku juga. *** Waktu berlalu, sudah tinggal dua hari lagi Idul Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (2)”
“Emak bukan pesta meriah yang mensahkan kami menikah tapi ijab qabulnya.” Menetes air bening di pipi Emak yang keriput mendengar ucapan Bang Faisal saat itu. *** Sejak subuh sampaikan ke Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Tak Selalu Bersama Tapi Ada (1)”
“Sebut Asma – Nya Bang.” Ku tuntun dirinya yang selama ini menuntutku dalam kebaikan. Sekali hentakan napas keluar dari hidungnya, menetes air bening dari netraku yang sudah bengkak. Sepekan ini Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Mengurai Cinta (End)”
Kami menepati kamar yang aku sewa, saling berpandang, tak lama mengalir cerita dari mulut gadis belia itu. “Mia selama ini menumpang di rumah Makciknya, sejak ditinggal orang tua, Makcik yang Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye. Cerpen “Mengurai Cinta (3)”
Membulak balikkan badan, tergiang pengajian tapi sore yang aku ikuti, apakah aku salah? Terus pertanyaan itu menghantuiku. Jika rasa cintaku kepada Bang Farah diragukan aku tidak terima, tapi apakah aku Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Mengurai Cinta (2)”
Sudah sebulan aku menumpang di rumah mertua, sebulan pula suamiku berusaha merubah pendirianku untuk mau berbagi dirinya dengan perempuan lain. “Bang, Syah lelah. Syah tidak akan pernah merubah keputusan Syah.” Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









