Menunggu Langit Senja Tung Widut Senja idola Warna keemasan membentuk harapan Mampukah puasa sampai sore tiba Pasti mampu Jeritan di hati terdalam Kebesaran diri harus ada Membawa nikmat dalam segala Selengkapnya
Penulis: Widut
Penghias Hati Lara
Tung Widut Pengiasku Setia pada duka Siang malam Ada antara derai airtawa Canda tawa Selalu mekar di hati dan mata Penghibur yang selalu tersenyum Tak harus sempurna Tak harus Selengkapnya
Menunggu Subuh
Menunggu Subuh Tung Widut Mengeja huruf Setelah sahur Menunggu subuh Tak mau terlelap Hingga matahari tinggi Tak mau tertinggal Jamaah pagi Waktu terbaik memohon Sela bermanfaat Berkah melimpah
Malam Gelap
Malam Gelap Tung Widut Langit gulita Hampa Dari bilik kecil terdengar Gemericik lirih penuh irama Dingin menyusup Berhembus dari sela anyaman bambu Pembatas malam dan harapan Esok jangan datang Gelap Selengkapnya
Tak Sempurna
Tak Bisa Tung Widut Aku tak mampu tuk sempurna Hanya diri atas kehendakNya Menyadari Harus merubah Bukan hal bisa Bagai membalik telapak tangan Hanya doa Hanya harapan Sebagai usaha Selengkapnya
Hujan Menjelang Pagi
Hujan Menjelang Pagi Tung Widut Diawali dengan gerimis Gelegar dilangit menghipnotis Takut Ngeri Tak memandang Bukankah ini yang kau tunggu beberapa hari ini Panas yang menyengat Keringat basahi mukena tarawih Selengkapnya
Esok Akan Tiba
Esok Akan Datang Tung Widut Matahari menurun Hari kan berganti Menapaki bulan baru Bulan puasa Bersama mengarungi laut kesucian Ikhlas setiap kata Polah Raga Menjalani penuh riang Bulan yang kita Selengkapnya
Kerinduan
Kerinduan Tung Widut Bintang adakah dia kau lihat Agar bulan menyampaikan puisi hati Tetang rindu menggebu Angin semilir bertiup Mampukah kau sapa dia Ingatkan aku menantinya Dalam terik dan dinginnya Selengkapnya
Penampilan Pertama
Penampilan Pertama Tung Widut Apa yang kau rasa Saat pertama di panggung Gemetar Keringat dingin Sulit konsentrasi Terasa hanya satu kali Pengalaman mengarungi dunia panggung Sejuta rasa Bangga Tepuk tangan Selengkapnya
Pagi Senyap
Pagi Senyap Tung Widut Senyap gelap Kabut dingin menyelimuti Terbenam selimut hangat Malas Diam Tak beranjak Kumandang Adan mulai bersahutan Gemericik air tetangga Sepi pecah Nanti saja Masih dingin Perlahan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











