SIDANG PUTUSAN Ting Widut menanti berdebar ruang sidang pembacaan panjang didengar gusar penuh tanya tak sabar terdakwa berdiri hadirin membisu jaksa berucap ketuk palu
Penulis: Widut
Sabung
Sabung Tung Widut arena persegi beroga dilepas saling tantang jebret sekali sikat menggelepar tanpa daya sorak gempita manusia laknat tak berhati
Hujan Malam Minggu
HUJAN MALAM MINGGU Tung Widut rintik hujan datang sejak sore dingin malas menghilangkan rembulan bintang jingga di kaki langit rindu datang tanpa halang
Temaram Lampu di Sudut Taman
Temaram Sudut Taman Tung Widut Sorot lampu temaram Bertirai rintik hujan Dari celah ruang Tak beratap Daun terdiam Cahaya menghangatkan Melawan hujan Dingin tak terelakan
Nyamuk liar di Bawah Gerimis
Nyamuk Liar Di Bawah Gerimis Tung Widut Berpetunjuk sinar lampu Menyusup dari sela pintu Sayap mendenging Liar mencari mangsa Bau darah Dibalik baju Tercium sedap Seraaaang
Berlari
Berlari Tung Widut Berlari kecil Mengitari lapangan Lima kali Wajah pasi Malu memerah Sandal menjadi saksi Ketika sepatu basah Hujan kemarin
Dusta
Dusta Tung Widut Katamu Berucap Selalu dusta Tentang cinta Kesetiaan Kesungguhan Berbaur tanpa rasa Karena tak ada kejujuran Hanya rayuan Tak berujung
Melupakan Mu
Melupakan Mu Tung Widut Seakan tak mampu Menghapus kenangan Tentangmu Senyumu Sayangmu Rayumu Tapi aku harus bisa Demi cita-cita Yang ingin ku genggam Menyingkirkan cinta Untuk sementara
Kicau Indonesia Ku
Kicau Indonesiaku Tung Widut Aku dengar teriakan Menuntut hak semula tak ada Jangan lupa dari mana berasal Pertama bernafas Bukan dari ujung monas Kembalikan jiwa pada ragamu Pengapdian bukan ego Selengkapnya
Kamu Ya Kamu
Kamu Ya Kamu Tung Widut Kamu Dulu pernah nakal Terpaksa dikeluarkan Dari sekolah Kamu Sekarang menghubungiku Setelah sekian waktu Dari negeri jiran
- Sebelumnya
- 1
- …
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












