Rintik di Kota Yogya Tung Widut Awan memayungi langkah Dari arah aku berada Di atas rel laju menderu suara kereta Melewati musim yang berbeda Suara laju membawa roda rintik sendu Selengkapnya
Penulis: Widut
Hujan di Balik Jendela
Hujan di Balik Jendela Tung Widut Aku yang berjalan kali ini Di atas rel yang sejajar Tanpa sapa di samping tempat duduk Diam hanya bangku kosong tak bernafas DariĀ jendela Selengkapnya
Senja Terhalang Awan
Senja Terhalang Hujan Tung Widut Gelapnya langit Dinginya hawa Gemericik air Kesatuan yang menghalangi senja Tuk bercerita tentang keindahan dunia Dari sisa nafas yang menantinya Biarkan mereka ada Menjadi penyekat Selengkapnya
Karena Hujan
Karena Hujan Tung Widut Pagi siang nan malam Gemericik di bawah talang-talang Menyentuh lantai yang diam pasrah Belaian merayu untuk tetap diam Semakin dalam genangan menyatu Tak terkendali banjir pun Selengkapnya
Hujan Semalaman
Hujan Semalaman Tung Widut Malam berlalu dingin Tetap menyelimuti sampai pagi Denting tetes air masih terdengar kini Langit kelabu menghilangkan biru Redup sayup membelenggu Angin berhembus membawa irama sendu Selengkapnya
Gemericik Malam
Gemericik Malam Tung Widut Hanya sebuah suara Jelas terdengar dari jendela kamar Gemericik suara air Jatuh terbentur lantai teras Hitam bertambah legam Pekat tak terlihat Di kejauhan lampu tercoret Selengkapnya
Sebentar
Sebentar Tung Widut Semangat pagi terucap dari cicit burung Alam bebas membalas salam dengan hawa sejuk Saat mata terbuka Senyum mengembang liar diantara sapa Bibir mengucap selamat pagi ceria Melompat Selengkapnya
Pelangi
Pelangi Tung Widut Pagi datang seirama dingin Rintik air reda sudah Meninggalkan hawa sejuk menantang Kali berjalan berpacu dengan waktu Jalanan ramai dengan mesin menderu Meninggalkan rumah dengan terkunci pintu Selengkapnya
Pagi Kelabu
Pagi Kelabu Tung Widut Malam hilang kesunyian Fakta pada suara gemuruh hujan Terlalu seram menghujam tiada rasa Berperang dengan atap dan talang yang menjerit Hawa dingin membuat bantal lengket dengan Selengkapnya
Senyum Tanpa Hujan
Senyum Tanpa Mendung Tung Widut Berlindung dari awan tipis Mengambang di awang-awang Matahari bersinar cerah Secerah hati tanpa hujan Senyum merona dari bibir manis mereka Menyambut hari dengan suka cita Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- …
- 91
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









