Redup Tung Widut Hujan telah selesai air Yang jatuh sesekali dari sisa didedaunan Dingin masih tersara Sinar mentari belum mampu menembusnya Udara dingin di atas rerumputan basah Para putih Selengkapnya
Penulis: Widut
Rintik Pagi
Rintik Pagi Tung Widut Mendung menggantung antara awang-awang Matahari redup tertutup hitam Dunia menjadi muram Kemalasan musti muncul dengan berbagai alasan Rintik mulai menggelitik Matari hilang terbenam Pedagang pun gusar Selengkapnya
Bisakah
Bisakah Tung Widut Saat ku katakan Sejuta cerita tentang derita Tak sambut dengan iya Kau sangkal dengan berjuta alasan Bangga dengan jalan yang kau Sekarang kamu tahu Temanmu telah membunuhmu Selengkapnya
Siasat Mencari Keiklasan
Siasat Mencari Keiklasan Tung Widut Untuk apa berkoar Toh suara tak mampu menghancurkan batu Terlalu keras untuk sebuah perasaan Diam memandang lah pada langit Yang lebih bijak dari hati Memberi Selengkapnya
Kami Merasa Ikut Berjuang
Aku Merasa Berjuang Tung Widut Dikala gedung masih bisa dihitung dengan jari tangan Menikmati nasi tiwul 3000-an Keikhlasan dari kesederhanaan pikiran Menyadari atas kemampuan Dari siswa yang hanya beberapa Selengkapnya
Pagiku
Pagiku Tung Widut Kau tahu pagi ini sungguh cerah Sinar pagi menembus mesra disela hijaunya dedaunan Aku tak merasakan kehangatan sinar mentari itu Semua beku Altar berserak dedaunan kering Selengkapnya
Senja Itu Bukan Milikku
Senja itu bukan Untukku Tung Widut Melupakan semua tentang senja Selalu terbayang di pelupuk mata Saat pagi siang dan malam ku Sungguh mengganggu Ku coba menghapus tentang dirimu Selengkapnya
Senja Ini Bukan Untukku
Senja Ini Bukan Untukku
Tangisan Kala Senja
Tangisan Kala Senja Tung Widut Kala asa senja dengan sinar mesra mempertemukan kembali denganmu Yang pernah pernah menyakiti hatiku Kau tinggalkanku deminya Jingga pun berubah gelap tiba-tiba Malam tak Selengkapnya
Senja Bersamamu
Senja Bersamamu TungWidut Seberatapapun kau lalui Menaklukanhujan badai nan terik membakar Sebuahperjalanan yang tak bisadiungkap hanya dengan tawa Tangisberderai ataupun jeritan pedih Memahamidirimu bukan suatu kesedihan Setulus cinta Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









