Senja Merona Tung Widut Mengabarkan malam kan datang Menyanjung desir angin segar Berhembus membawa kebahagiaan Menemani para petani menginjak pematang Pulang menuju rumah yang menjadi surga Langit jingga merona Memanjakan Selengkapnya
Penulis: Widut
Tetes Air Mata Tanpa Kata Pisah
Tetes Air Mata Tanpa Kata Pisah Tung Widut Berjuta hari pagebluk ada Menjadi raja alam yang menakutkan Merenggangkan jarak kasih saudara sedarah Membuat ingatan samar terasa Demi hari kabar Selengkapnya
Azan Subuh
Azan Subuh Tung Wudut Seriuan samar terdengar bersahutan Menggeliatkan raga malas terbalut hawa dingin Dengan malas mata mulai terbuka Menyambut dingin penuh kabut Sandal japit usang membelah sepi Menapak Selengkapnya
Bilah Kehidupan
Bilah Kehidupan Tung Widut Berpuluh tahun berdua dalam janji Sejak baju pun belum mampu terpakai Merayu alam untuk menghidupi Mengucurkan keringat dalam setiap jejak kaki Senyum setiap kelahiran tumbuh Selengkapnya
Santai Sore
Santai Sore Tung Widut Semilir angin parau menerpa Mengibarkan hati suka bersama Riang canda tertawa tanpa luka Kala sua sore ceria Rembulan tersenyum mengintip Sajian sederhana sederhana dinikmati Di meja Selengkapnya
Dekur
Dekur Tung Widut Mengusir sepi Pada gelap terlelap Nyaring di telinga menyisihkan jengkerik setia Berirama seiring tetabuhan nafas Mengantarkan mimpi ke alam indah Dekur datang dengan sempurna Ciri pribadi Selengkapnya
Layang-layang Malam
Layang-layang Malam Tung Widut Tanpa angin rendah Mendengung perkasa dengan lampu gemerlap Di atas langit bersama berlaksa bintang Menjadi penguasa angkasa tanpa rembulan Liukan membawa suara berbeda Tanpa irama bermusik Selengkapnya
Jengkerik Malam
Jengkerik Malam Tung Widut Sepi dalam pekat BySediri tanpa sebuah bintang Angan menerawang jauh pada langit gelap Tak menemui setitik sinar yang berbisik Lengkingan suara tak berirama Berteriak menunjukan keperkasaan Selengkapnya
Lelah
Lelah Tung Widut Darah mengalir tak sempurna Menghitam kelam menyumbat Denyut terasa seiring detak jantung Bagai aliran yang berjalan menjalar Lunglai sendi yang menopang Tak mau tegak menjalankan tugas Menyangga Selengkapnya
Selalu Ada Kabar
Selalu Ada Kabar Tung Widut Semua dalam bahaya Hidup bagai diujung tanduk Esok Tuhan memberi nafas atau hanya sampai kini Bak mengantri ketok palu Setiap hari dipenuhi kabar Tentang orang-orang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












