Halal

  Halal Tung Widut Kau dustai hati dengan menyamarkan kata Jelas hukum tak bisa diatur Kau tahu semua dengan mata kepala Rasa telah buramkan makna Ambisi merajai hal yang seharusnya 

Dia yang Selalu Ada

Dia yang Selalu Ada Tung Widut Hembusan nafas yang mulai menua Satu demi satu kemesraan terjalin Kebersamaan canda berbatas kasih sayang Rengekan manja di sela derai tawa Merindu kala saling

Kebersamaan Istimewa

Kerbersamaan Istimewa Tung Widut Kala hari berhenti di satu warga Kesempatan bersama telah terwujud Dari sekian ratus hari terlewati sepi Ini istimewa Berkumpul bersama di satu meja Menonton tivi dengan

Keramaian yang Dirindukan

Keramaian yang Dirindukan Tung Widut   Setiap cahaya matahari menelisik hati Kerinduan terpendam sembunyi di balik berita wabah Bergumam dalam kesunyian siang malam Menyerah permasalahan sederhana Menjadi pelik karena corona

Tergoncang Wabah

  Tergoncang Wabah Tung Widut   Dunia yang seharusnya tenang Dalam rengkuhan mesra sang keluarga Bercanda dalam satu ruang kegembiraan Tak disangka Goncangan membubarkan semua kemesraan Berlarian saling menjeritkan nama

Kobaran dalam Kegembiraan

  Kobaran dalam Kegembiraan Tung Widut Hari ini Saat senda gurau yang tersimpan Meluap terungkap seuntai dengan lebaran Tak hanya ungkapan hati berupa kata Saling bersalaman cermin saling percaya  

Selamat Malam

Selamat Malam Tung Widut   Umur lewat balita Tak tahu kapan memulai Yang dengar setiap malam tanpa terlewat Sambil mata berat tak lupa berucap Suara tak jelas Hafal sudah dua

Maafkan Malam Ini

  Maafkan Malam Ini Tung Widut   Pandemi membawa cerita Tiba-tiba dipaksa menjadi pintar Melaju berlari mengejar kecanggihan Walau terseok berlari sampai meraihnya Ternyata kita bisa Layar kaca canggih mempertemukan

Tersulam

    Tersulam Tung Widut Terselip sebuah cerita Dari kehampaan hati yang tak pernah tertoreh Menghiasi kelopak mata saat terpejam Mengantar tidur di bantal kapuk bilik rumah tua Berandai dalam

Menyimpan Rindu

Menyimpan Rindu Tung Widut   Takbir berkumandang menderu kan hati Makin teriris merejam di ulu Terbayang hijaunya bukit Mengelilingi surau kecil tempat mengeja huruf Allah Sungai kecil telah mencatat Setiap

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.