Merengkuh Rembulan Tung Widut Malam telah datang Lampu jalanan satu persatu menyapa Menerangi sisi gelap yang tak terelakan Cahaya temaram bergeming Menyatu dengan alam langit hitam Bertabur bintang Selengkapnya
Penulis: Widut
Rindu
Rindu Tung Widut Rindu hati membeku diantara keramain ibu kota Bergeming tanpa sungkem pangkuan bunda Merana tersekat corona Siap menghujam menghunus pedang kematian Biarkan rindu bertapa Berwujud selaksa Selengkapnya
Bimbang
Bimbang Tung Widut Hidup bukan sekedar uang Tapi keping-keping keringat tak mudah menjadi lembar Sabar dengan menahan segala hasrat Memilih memilah kepentingan hakiki Wajib tak tertinggal kan Kata hati tak Selengkapnya
Permainan Pagi
Permainan Pagi Tung Widut Tertawa kecil jingkrak ceria Mulai matahari menyinarikan cahaya pagi Dingin pedesaan tak lagi kala itu Tak kan terasa di setiap lembar kulit ari Mata terbuka Selengkapnya
Kasih yang Terlupa Tung Widut
Kasih yang Terlupa Tung Widut Kedatangan mengiringi awan Semilir menyibak kasih yang dulu⊗ pernah terukir Di bebatuan cadas tak berujung Pelan hilang menemani masa Angin mengingatkan memori lama Tentang sebuah Selengkapnya
Terlepas
Kenangan Tung Widut Tak hanya mengenang dalam hidup Satu diantara orang tercinta Yang paling menyayangi tiada dua Hati yang selalu sejalan tak berbeda Walau terbentang garis merah diantara Selengkapnya
Biduk Yang Menepi
Biduk Yang Menepi Tung Widut Norma sudahlah ada Tak tertulis dalam nafas kehidupan ini Tertoreh memadu dalam jiwa kehidupan alam Berjalan dalam setiap langkah dan pikiran Sakit hati kesetiaan Selengkapnya
Rindu Kakak
Rindu Kakak Tung Widut Lima bulan sudah kak Jontor kerasan di kos tempat kuliah. Sebenarnya ya dipaksa kerasan. Corona yang membatasi hilir mudik bepergian. Hingga kak Jontor bertahan sampai ramadhan Selengkapnya
Merangas
Meranggas Tung Widut Hamparan senja samar terhalang Mendung tipis sisa hujan Langit semburat jauh di atas pemandangan Cahaya jingga sedikit malu-malu Menyambut sore dari mata petani pulang Pohon sendirian Selengkapnya
Selaksa Bintang Menemani Ramadhan
Selaksa Bintang Menemani Ramadhan Tung Widut Langit cerah ceria Walau sinar mentari perlahan meninggalkan bumi Menyisakan gelap yang semakin pekat Kala mendongak Terlihat kerlip tersebar bak mutiara Bercahaya dari Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










