KMAA 41* Teman Kecil

Terdengar suara canda tawa Terdengar suara teriak bahagia Terdengar suara nyanyian merdu Dari sudut-sudut sekolah   Suara yang selama inin menghilang Suara yang selama ini dirindukan Oleh para pendidik yang

KMAA 40* Karena Menulis Aku Ada

Karena menulis aku ada Itulah tantangan KMAA Tantangan menulis empat puluh hari Teru menerus tanpa henti   Dengan susah payah Aku berusaha mengikutinya Menulis selama empat puluh hari Yayasan Pustaka

KMAA 39* Kain Selendang

Saat aku menangis di waktu kecil Ibu datang menghampiriku Dengan membawa kain selendang Disematkan di pundaknya   Ibu meraih tanganku Ibu peluk aku dengan lembut Ibu gendong aku dengan kain

KMAA 38* Rintik Air

Sinar mentari pagi yang cerah Perlahan tertutup awan hitam Awan datang entah dari mana Angin mulai bertiup kencang   Daun kering terbang melayang Dari ranting yang tertiup angin Bunga-bunga berguguran

KMAA 37* Catatan Harianku

Kutulis namamu yang indah Di buku catatan harianku Kulukiskan wajahmu yang lugu Kutuliskan tentangmu di sana   Tak satupun luput dari ingatanku Semua tentang dirimu Senyuman di bibir manismu Binar

KMAA 36* Rumah Kayu

Rumah kayu di pinggir desa Terasa nyaman ditempati Tak terlupakan masa itu Masa kecil yang bahagia   Rumah kayu penuh kenangan Bersama ayah dan ibu tercinta Di sanalah aku tumbuh

KMAA 35* Tuangkan Idemu

Hai kawan jangan ragu Tulislah apa yang ingin kau tulis Tuangkan idemu pada selembar kertas Agar orang lain mengerti tentang dirimu   Ungkapkan isi hatimu Banyak orang bersedia mendengarkan Lepaskan

KMAA 34* Pucuk Merah

Pucuk merah pemberianmu waktu itu Selalu menghadirkan senyuman Di bibir merah ini Di pipi yang mulai keriput ini   Saat mengingatmu Mata ini bersinar terang Seperti bintang di malam cerah

KMAA 33* Indahnya Alamku

Ketika matahari mulai menampakkan dirinya Embun pagi sedikit demi sedikit menghilang Meninggalkan rumput dan ilalang Menghampar di atas bukit kenangan   Burung-burung berkicau dengan riang Menyanyikan lagu kemenangan Berhasil melalui

KMAA 32* Anak Ayam

Dua puluh satu hari lamanya Sang induk mengerami telurnya Bertapa mengharap datangnya keajaiban Dari sang penguasa alam   Pada hari ke dua puluh dua Suatu keajaiban benar terjadi Satu demi

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.