A. Kilas Balik Pembatalan UN 2020
Selasa, 24 Maret 2020. Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan pembatalan Ujian Nasional tahun 2020. Pernyataan tersebut disampaikan setelah melakukan rapat terbatas dengan pihak terkait. Alasan mendasar pembatalan UN 2020 adalah untuk menghindari sebaran virus covid-19 kepada siswa. Sebanyak 8,3 juta lebih siswa yang akan mengikuti UN, maka dikuatirkan berpotensi menjadi pembawa virus bagi orang tua dan anggota keluarga lainnya.
Selain itu, pemerintah juga telah memutuskan, bahwa UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, sehingga keputusan untuk mempercepat peniadaan UN 2020 (seharusnya berlaku tahun 2021) merupakan keputusan yang tepat. Kita tidak akan bicara tentang kelemahan UN selama ini, tetapi lebih fokus kepada apa dan bagaimana Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang masih menjadi tanda tanya bagi sebagian orang.
Siang ini, informasi terbaru dari sekolah, beberapa hari ke depan akan diadakan sosialisasi dan pembekalan kepada siswa kelas XI. Sebanyak 50 siswa direncanakan mengikuti kegiatan tersebut. Tidak menunggu lama, beberapa siswa memberi komentar dan pertanyaan di wa grup kelas setelah informasi dishare. Ada siswa yang menganggap dirinya bodoh, tidak layak untuk mengikuti sosialisasi dan pembekalan AKM, bahkan ada yang mau mundur. Ini nih, belum ketemu musuh kok sudah menyerah, semangat juang harus digelorakan, adrenalin untuk mencoba hal-hal baru harus diupayakan.
Sejatinya, AKM tidak menggantikan UN. Selama ini fungsi UN adalah sebagai program evalusai hasil belajar siswa. Sementara, AKM digunakan untuk memetakan dan mengevaluasi mutu Pendidikan. Apa dan bagaimana sebenarnya AKM? Kita simak dibagian berikutnya.
B. Asesmen Nasional
Asesmen nasional adalah program penilaian terhadap mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang Pendidikan dasar dan menengah. Mutu satuan Pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan Pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi tentang mutu tersebut diperoleh dari tiga instrument utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Informasi yang didapat dari asesmen nasional bermanfaat untuk memantau:
1. Perkembangan mutu satuan pendidikan dari waktu ke waktu
2. Kesenjangan antar bagian dalam sistem Pendidikan, misalnya kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi dalam satuan Pendidikan; kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah; kesenjangan antar daerah; ataupun kesenjangan antar kelompok berdasarkan atribut tertentu.
Seberapa pentingkah pelaksanaan asesmen nasional?. Asesmen nasional bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, sehingga perangkat ini dirancang sedemikian rupa supaya imformasi yang diperoleh akurat. Asesmen nasional juga bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan Pendidikan, yaitu pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik.
Selain itu, asesmen nasional juga memberikan gambaran tentang karakteristik esensial satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama diadakannya asesmen nasional tersebut. Jika telah didapat gambaran akurat, maka selanjutnya satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan diharapkan lebih fokus pada upaya untuk memperbaiki mutu sumber daya yang berdampak pada perbaikan mutu pembelajaran.
Asesmen nasional meliputi:
1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yakni mengukur capaian literasi (bahasa) membaca dan numerasi (matematika) sebagai hasil belajar kognitif.
2. Survei Karakter, yakni mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif, seperti iman dan taqwa kepada Tuhan, ahlak mulia, kebhinekaan global, mandiri, bergotongroyong, bernalar kritis, dan kreatif.
3. Survei Lingkungan Belajar, yakni mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.
Literasi membaca adalah kemampuan untuk mampu memahami, mengunakan, mengevaluasi, serta mereflesikan berbagai jenis teks.
Pengertian literasi (bahasa) bukan hanya membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan dan memahami konsep dalam tulisan tersebut. Sehingga, dapat mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi aktif dan produktif.
Literasi numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Literasi numerasi (matematika) merupakan ketrampilan untuk menggunakan berbagai macam angka dan symbol-simbol terkait dengan matematika dasar. Manfaatnya adalah untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dengan cara menganalisis informasi berupa tabel, grafik, bagan, dan sebagainya.
C. Pelaksanaan Asesmen Nasional
Asesmen Nasional dilaksanakan secara daring dan semi daring. Siswa yang menjadi sampel dipilih secara acak dengan jumlah maksimal 45 orang serta 5 orang peserta cadangan. Pelaksanaan Asesmen Nasioanal ini dilakukan secara berjenjang:
1). SD/MI
Tes literasi 75 menit; survei karakter 20 menit (hari pertama)
Tes numerasi 75 menit; survei lingkungan belajar 20 menit (hari kedua)
2). SMP/MTs; SMA/SMK sederajat
Tes literasi 90 menit; survei karakter 30 menit (hari pertama)
Tes numerasi 90 menit; survei lingkungan belajar 30 menit (hari kedua).
Bersambung ke jilid 2……………..
Salam literasi dari bumi Kualuh, basimpul kuat baontuk elok.













