Obituari: JOHN L. ESPOSITO– PENGUBAH PRASANGKA BARAT & SAHABAT SATU MILIAR MUSLIM (1940 – 15 JULI 2026)

Terbaru5 Dilihat



Dunia akademik dan lintas iman berduka atas berpulangnya Profesor John Louis Esposito, cendekiawan Islam terkemuka asal Amerika Serikat yang selama lebih dari lima puluh tahun menjadi jembatan pemahaman sekaligus penegas kebenaran di tengah badai prasangka dan Islamofobia di Barat. Allahuyarham wafat pada usia 86 tahun di Philadelphia, Amerika Serikat, akibat komplikasi pasca operasi jantung .

Lima Dekade Mengabdi pada Pemahaman

Esposito adalah Profesor Emeritus Universitas Georgetown, sekaligus pendiri dan direktur pertama Pusat Pemahaman Muslim–Kristen Pangeran Alwaleed bin Talal serta Inisiatif Jembatan yang berfokus melawan Islamofobia . Selama lebih dari setengah abad, ia menulis dan menyunting lebih dari 50 judul buku, yang hingga kini menjadi rujukan utama studi Islam di universitas-universitas seluruh dunia—baik di Timur maupun Barat. Karya terkenalnya seperti Islam: Jalan Lurus, Ancaman Islam: Mitos atau Kenyataan? dan Masa Depan Islam telah membuka wawasan jutaan pembaca bahwa Islam bukanlah ancaman, melainkan peradaban kaya nilai yang beragam.

Ia tampil lurus di momen-momen paling sulit: pasca peristiwa 11 September 2001, ketika narasi kebencian terhadap Islam meluas di Barat. Esposito berani membedah stereotip, menegaskan bahwa menyamaratakan ratusan juta muslim dengan tindakan segelintir keliru adalah ketidakadilan intelektual sekaligus kemanusiaan.

Dari Pengkaji hingga Memeluk Islam

Di penghujung hayatnya—setelah mendalami ajaran Islam sepanjang kariernya—Esposito akhirnya menyatakan syahadat dan resmi memeluk Islam. Keputusan ini diambil dengan tenang, disaksikan oleh tokoh-tokoh muslim yang selama ini menjadi sahabatnya. Bagi umat Islam di seluruh dunia, langkah ini bukan sekadar perubahan keyakinan pribadi, melainkan bukti bahwa apa yang ia teliti dan bela selama puluhan tahun benar-benar ia yakini sepenuh hati.

Sahabat yang Tak Pernah Menyerah

Bagi lebih dari satu miliar umat muslim di dunia, Esposito bukan sekadar pengajar atau penulis: ia adalah sahabat yang setia membela kebenaran di hadapan kesalahpahaman. Ia terus berbicara kepada pembuat kebijakan, wartawan, dan masyarakat luas agar tidak terjebak ketakutan yang menyesatkan. Prinsip hidupnya terucap dalam kalimat yang sering ia kutip: “Jika kita berdiam diri di tengah ketidakadilan, sesungguhnya kita telah berpihak pada penindas.”

Warisan Abadi

Kini, suara Esposito telah tiada, namun karyanya tetap berdiri tegak: menuntun pemahaman, meruntuhkan tembok kebencian, dan mengajak semua pihak untuk saling mengenal. Ia membuktikan bahwa ilmu pengetahuan jika diiringi kasih sayang dan keberanian, mampu mengubah pandangan dunia yang keliru.

Kami mengenang almarhum bukan hanya sebagai cendekiawan brilian, melainkan sebagai orang yang menjadikan ilmu sebagai cahaya, bukan senjata. Semoga Allah SWT menerima pertobatannya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di surga-Nya yang paling indah.

Selamat jalan, sahabat kebenaran. Warisanmu akan terus hidup.

Sumber: Georgetown University, Majelis Ulama Indonesia, ANTARA, dan pernyataan resmi keluarga serta lembaga yang didirikan almarhum .

Ciputat,
17 Juli 2026

Tinggalkan Balasan