Dalam perjalanan hidup, menemukan seorang guru yang benar-benar tulus dan ikhlas membimbing adalah sebuah anugerah. Ia bukan hanya orang yang mengajarkan ilmu, melainkan sosok yang mampu membangkitkan semangat yang sempat tertidur dalam diri kita.
Saya, Tumpal Daniel S, berdiri di sebelah Pak H. Thamrin Dahlan — seorang guru yang telah mengembalikan gairah menulis dalam hidup saya. Sebelum bertemu beliau, sebenarnya saya sudah aktif menulis sejak masa mahasiswa, ketika bergabung dengan IPMI (Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia), sebuah organisasi ekstra kampus yang sudah berdiri sejak masa Orde Lama dan didirikan oleh tokoh-tokoh seperti Emil Salim dan lainnya. Namun bagi saya, minat menulis itu seperti api yang sempat padam — hingga empat tahun yang lalu saya bertemu dengan Pak Thamrin.
Sejak pertemuan itu, beliau terus mendorong saya untuk tidak berhenti menuangkan buah pikiran ke dalam tulisan, baik itu melalui buku, blog populer, maupun platform seperti Kompasiana dan WordPress YPTD milik beliau.
Foto ini bukan hanya tentang dua orang yang berdiri bersama (dua TD – Thamrin Dahlan – Tumpal Daniel dengan dua karyanya) . Ini adalah gambaran bahwa dalam literasi, kita tidak pernah berjalan sendirian. Ada guru yang membimbing, ada sahabat yang menguatkan, dan ada kesempatan untuk terus tumbuh, bahkan di usia yang tidak lagi muda.
Terima kasih, Pak Thamrin, telah menjadi suluh yang menyalakan kembali semangat menulis di diri saya. Semoga kita semua terus diberi kekuatan untuk berkarya, berbagi, dan menjadi manfaat bagi sesama melalui tulisan.
“Menulis bukan hanya tentang menuangkan kata. Ia adalah tentang menghidupkan kembali pengalaman, hikmah, dan harapan agar bisa diteruskan ke generasi berikutnya.”
Ciputat, 23 Agustus 2026
#YayasanPusakaThamrinDahlan #BerkaryaTanpaBatasUsia #LiterasiBangsa #GuruDalamMenulis #TumpalDanielS #SuluhKeberagaman #PenerbitMandiri
Momen Penuh Makna: BELAJAR & BERKARYA BERSAMA PAK THAMRIN










