
Sebelum masuk ke topik yang akan kita bicarakan, saya akan mengajak Anda jalan-jalan santai dulu di hari Minggu yang cerah ini, sebagai pemanasan.
Saat membangun sebuah rumah yang telah lama Anda idamkan, tentu Anda sudah membayangkan akan seperti apa rumah yang akan Anda tempati itu nanti. Sesuai ukuran luas tanah yang ada, tentu Anda sudah menghitung, berapa persen dari luas tanah tersebut besarnya rumah yang akan dibangun. Begitu juga, apakah rumah Anda akan bertipe klasik atau modern.
Begitu juga, sesuai dengan ukuran tanah yang lumayan luas, Anda merasa cukup membangun rumah satu lantai, membangun taman di bagian depan dan salah satu sisi serta garasi di sisi lain, serta kolam renang pribadi di bagian belakang. Dengan pembagian ruangan yang leluasa dalam rumah, begitu juga dengan kamar, dapur, gudang dan sebagainya.
Bila bidang tanah Anda tidak begitu luas, Anda tentu juga sudah memikirkan, apakah Anda akan membangun rumah bertingkat, dan kalau iya, mau berapa lantai, sesuai dengan anggaran yang ada.
Bagi Anda yang sudah berpengalaman mengatur tata ruang rumah, tentu Anda tidak akan mengalami kesulitan apa-apa. Bagaimana dengan mereka yang masih awam? Nah disinilah para ahli atau pekerja interior desainer dibutuhkan kehadirannya. Boleh juga Anda mengatur sendiri tata ruang rumah Anda, walau tidak punya pengalaman. Tapi, tentu saja hasil akhirnya tidak akan sebaik bila dikerjakan oleh mereka yang ahli atau profesional. Malah bisa jadi bahan tertawaan, karena penempatan barang-barang perlengkapan maupun dekorasi rumah yang tidak tepat,
Di tangan para tenaga ahli interior desainer inilah rumah Anda ditata sedemikian rupa, sehingga setiap tamu yang datang selalu merasa nyaman dan berdecak kagum dengan keberadaan rumah Anda dan betah bertamu di sana.
Kembali ke topik utama. Apa hubungannya dengan seorang editor?
Saat Anda punya ide untuk menulis, apakah itu cerpen, novel, buku pelajaran, atau buku apapun yang ada dalam pikiran Anda, tentu Anda punya keinginan dan harapan buku Anda akan dibaca dan disukai banyak orang dan beredar banyak di tengah masyarakat dan para pecinta buku, dan kalau mungkin, best seller!
Apa yang Anda harapkan dan cita-citakan itu tidak salah. Tapi untuk mewujudkannya juga membutuhkan proses yang tidak bisa instan dan juga melibatkan banyak orang. Ada beberapa tahapan yang akan Anda lewati setelah naskah Anda selesai ditulis.
Orang pertama yang akan Anda temui adalah seorang editor. Sang editorlah yang akan membaca pertama kali hasil karya Anda. Mungkin di hati dan pikiran Anda, naskah Anda sudah bagus, tapi dihadapan seorang editor naskah Anda itu bisa jadi masih mentah. Bahkan seorang JK Rowling sekalipun harus mengalami penolakan 12 penerbit, hingga akhirnya dia ditemukan Barry Cunningham, seorang editor dari Bloomsbury, penerbit di London.
Editorlah yang akan menyunting naskah Anda. Mulai dari editing ringan titik koma dan tanda baca lainnya, hingga kata atau kalimat yang lebih tepat dalam sebuah ungkapan atau percakapan. Editingpun ada tingkatannya, yaitu editing ringan, editing sedang, dan editing berat. Editing berat berarti editor akan melakukan perubahan struktur tulisan, bahkan menulis ulang.
Kehebatan novel Laskar Pelangi, tidak terlepas dari tangan dingin Salman Faridi sebagi editornya. Malah Habiburrahman El Shirazy memakai dua orang editor pada buku Ayat Ayat Cinta 2, yaitu, Syahrudin El Fikri dan Triana Rahmawati.
Jadi, secara sederhana, editor buku itu bisa disamakan dengan interior designer pada bangunan gedung atau rumah.













