Nak, Belajarlah Mencintai Tanah Air dari Pahlawan Perang Banjar Barito!

Sumber gambar : https://nasional.okezone.com/read/2020/05/04/337/2208686/peristiwa-4-mei-pecahnya-perang-banjar

 

Nak,

Pernahkah ikam mendengar,

kisah tentang Demang Lehman?

Yang rela mengalami tiang gantungan

demi cintanya pada Bumi Banua?

 

Nak ai,

Pernahkah ikam mencari tahu,

apa yang diperjuangkan Pangeran Antasari?

Hingga beliau bertekad

dalam perjuangannya mengusir penjajah Belanda:

Haram manyarah, waja sampai kaputing!”

 

Eh Nak, Nak ai,

Pernahkah ikam didongengkan

oleh kuitan di rumah,

atau guru ikam di sekolah?

Kisah Panglima Wangkang

atau Panglima Batur.

 

Juga ada kisah perjuangan

Ratu Zaleha, Tumenggung Surapati,

Tumenggung Abdul Jalil,

dan pahlawan Perang Banjar Barito lainnya?

 

Nak,

Amun ikam belum pernah tahu kisahnya

Carilah di buku-buku sejarah

Lajui baca semuanya

Supaya ikam paham

 

Kalau cinta tanah air itu,

erlu perjuangan

perlu pengorbanan

Dan bukan sekedar kata-kata

yang dititipkan pada ingatan!

 

 

Banjarmasin, 25 Oktober 2020

 

Daftar istilah dalam Bahasa Banjar :

 

nak ai = sapaan untuk anak-anak

ikam =  kamu

kuitan = orang tua

haram manyarah, waja sampai kaputing  = haram menyerah, berjuang sampai akhir

amun = jika

lajui = segera

 

Sudah pernah tayang di Kompasiana di alamat:

https://www.kompasiana.com/agus-puguh-santosa/5f965eff8ede48540d0119a2/puisi-nak-belajarlah-mencintai-tanah-air-dari-pahlawan-perang-banjar-barito

Tinggalkan Balasan