Setiap manusia bahkan makhluk hidup di dunia pada dasarnya melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Kita makan karena dengan makan kita bisa bertahan hidup. Kita menonton film bersama keluarga karena butuh kesenangan. Kita belajar karena butuh menjadi terampil. Semua kebutuhan sebetulnya bermuara untuk melangsungkan hidup.
Dalam modul nilai dan peran guru penggerak serta modul disiplin positif, saya belajar tentang 5 Kebutuhan Dasar Manusia.
Pernahkah Anda melihat ada siswa yang memalak temannya? Sekilas ini jelas perbuatan yang meresahkan. Saya sendiri pernah menegur anak yang memalak uang. Namun, akhirnya saya sadar bahwa hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Ada yang memalak karena memang tak punya bekal, tak punya ongkos pulang (butuh bertahan hidup). Ada yang memalak karena ikut-ikutan kelompoknya (butuh diterima atau kekuasaan), dsb.
Ketika kebutuhan dasar tak terpenuhi dengan baik, maka besar kemungkinan akan terjadi perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku. Lalu, apa saja lima kebutuhan dasar manusia?

Kebutuhan Bertahan Hidup
Makan, minum, sehat, dan merasa aman merupakan beberapa contoh dari kebutuhan bertahan hidup. Kebutuhan ini bisa dipenuhi dengan makanan, olahraga, memberi perlindungan.
Kasih sayang dan Rasa Diterima (Kebutuhan untuk Diterima)
Kebutuhan ini berkaitan dengan aspek sosial dan psikologis. Contoh kebutuhannya adalah rasa diterima, dicintai, berbagi, bekerja sama, dll.
Kekuasaan dan Penguasaan (Kebutuhan Pengakuan atas Kemampuan)
Ketika seseorang ingin didengar, diakui, dianggap, berprestasi, memimpin, menjadi kompeten, maka sesungguhnya orang tersebut memiliki kebutuhan akan kekuasaan dan penguasaan.
Kebebasan (Kebutuhan akan Pilihan)
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan untuk memilih dan membuat pilihan, untuk mandiri, mengeksplorasi hal-hal baru, dsb.
Kesenangan (Kebutuhan untuk Merasa Senang)
Kebutuhan akan rasa senang, gembira, humor, tertawa dapat dipenuhi dengan gurauan, tantangan dan pembelajaran bermakna (bermain sambil belajar).
Ketika kita menemukan perilaku anak yang tidak sesuai aturan, ada baiknya kita mencari tahu kebutuhan dasar apa yang ia butuhkan. Misal ketika ada anak yang sering mengejek temannya, kita bisa tanyakan mengapa ia melakukan hal tersebut. Jika siswa menjawab “Senang saja, Bu …”, lantas kita tahu ia sedang memenuhi kebutuhan akan kesenangan.
Setelah tahu kebutuhan dasar yang hendak anak-anak penuhi, kita bisa membimbing mereka memperbaiki perilakunya. Melakukan restitusi.
Semoga bermanfaat. Salam.







