
Kementerian Ketenagakerjaan membentuk Skill Developmen Center (SDC) di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah yang akan menjadi Tim Koordinasi Daerah Vokasi sebagai wadah kolaborasi penyiapan tenaga kerja di Batang.
Pembentukan SDC itu sebagai eksekusi dimulainya pelaksanakan 9 jurus dukungan untuk proyek strategis nasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Sembilan jurus itu juga guna memastikan warga Batang terlibat dalam proyek industrialisasi raksasa tersebut.
“Sejak kemarin dan beberapa hari ke depan kami mulai mengeksekusi 10 jurus dukungan untuk proyek strategis nasional KITB dan memastikan agar warga Batang tidak hanya jadi penonton di tengah industrialisasi raksasa tersebut,” kata Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, pada Sabtu (30/7/2022) di Batang, Jawa Tengah.

Sebagaimana ditulis di media ini pada 9 Juli 2022 dibawah judul 9 Jurus agar Warga Batang dan Jateng Bekerja dan Produktif di Kawasan Industri Raksasa Terpadu Batang.
Menurut Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, kebijakan itu berupa 9 jurus untuk mendukung KITB. Pertama, menyusun proyeksi dan rencana tenaga kerja makro dan mikro di KITB yang salah satunya berisi peta kebutuhan tenaga kerja.
Kedua, mengembangkan sistem informasi pasar kerja di KITB yang terintegrasi dan mudah diakses. Ketiga, meningkatkan kualitas dan kapasitas pelatihan kompetensi di Batang dan sekitarnya. Keempat, memasifikasi sertifikasi kompetensi untuk penyediaan tenaga kerja yang bersertifikat. Kelima, memperkuat dan mengembangkan Bursa Kerja Khusus (BKK) di lembaga-lembaga pendidikan.
Keenam, akan mendekatkan pelayanan ketenagakerjaan di KITB melalui pembangunan Anjungan SIAPkerja, yaitu sebuah tempat pelayanan satu pintu yang terintregrasi dan dapat diakses secara mudah baik oleh masyarakat, perusahaan maupun pihak-pihak lain yang membutuhkan.
Ketujuh, mengembangkan program perluasan kesempatan kerja, baik di dalam hubungan kerja maupun di luar hubungan kerja bagi masyarakat sekitar. Kedelapan, melakukan reskilling bagi karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang terdampak. Kesembilan, mendorong pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Batang untuk memastikan penyandang disabilitas juga dapat bekerja di KITB.
Caswiyono mengatakan bahwa jurus tersebut mulai dilakukan pada Kamis (28/7/2022) pagi di Batang. Pada pagi itu, ia bersama tenaga ahli Kantor Staf Presiden, tim dari Kementerian Ketenagakerjaan, dan beberapa Kementerian/Lembaga lain melakukan pertemuan dan berdiskusi dengan Pj. Bupati Batang dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat kolaborasi.
Seusai melakukan diskusi, pada siang harinya Kemnaker dan KSP bersama Kemenko PMK, Bappenas, Kemenperin, Kemendikbudristek, Kemenkop UKM, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Daerah Kabupaten Batang beserta perwakilan dari industri, lembaga pelatihan kerja, dan lembaga pendidikan vokasi melakukan rapat pembentukan Skill Development Center (SDC).
“Rapat pembentukan SDC ini yang selanjutnya akan menjadi Tim Koordinasi Daerah Vokasi sebagai wadah kolaborasi penyiapan tenaga kerja di Batang,” ucapnya.
Setelah rapat pembentukan SDC, pada malam harinya ia berbicara pada Forum Discussion Group (FGD) BLK Komunitas se-Batang dan sekitarnya, guna memastikan kesiapan lembaga pelatihan berbasis lembaga keagamaan itu untuk berpartisipasi dalam penyiapan SDM bagi KITB.
Rangkaian kegiatan dilanjut dengan melakukan kunjungan lapangan ke KITB pada Jumat (29/7/2022) untuk menyamakan langkah dan menyingkronkan rencana aksi dengan manajemen KITB, melihat calon lokasi Anjungan SIAPkerja yang akan dibangun, mempersiapkan lokasi pelayanan sementara, dan meninjau calon lokasi pembangunan training center yang akan menjadi wokshop jarak jauh BBPVP Semarang.
Erwan












