cita-citaku

Terbaru1310 Dilihat

Nama : Ezzah El Diyana

Kelas : TK.1A

Tugas Mata KuNama : Ezzah El Diyana

Kelas : TK.1A

Tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan : Menulis Cita-cita

Sebelumnya apa si cita cita itu?

            Cita-cita itu adalah suatu impian dan harapan seseorang. Cita adaah mimpi, mimpi adalah kunci yang akan menentukan mau jadi apa kita dimasa depan. Kalau menurut KBBI yaitu, cita-cita keinginan yang selalu ada di dalam pikiran, bercita-cita, berkeinginan sungguh-sungguh, mencita-citakan menginginkan (menghendaki) dengan sungguh-sungguh, membayngakn sesuatu kepada, menjadikan sebagai tujuan.

            Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahalu. Nama saya Ezzah El Diyana. Saya anak pertatama dari tiga bersaudara saya memiliki adik peremupuan yang berbeda enam tahun dengan saya, dan mempunyai adik laki-laki yang berbeda 14 tahun dengan saya. Alamat rumah saya di Jl.Pendawa, Kp parung Serab Depok. Saya lulusan MI Ia’anatul Ikhwan, Mts An-Nizhomiyah Cilodong, SMA Putra Bangsa dan saat ini saya belajar sebagai Mahasiswa Akademi Keperawatan

            Kalau ditanya soal cita-cita itu membuat saya bingung. Waktu SD cita-cita saya menjadi seorang dokter gigi. Tetapi saya pikir itu akan sangat sulit, sehingga saya berpikir lagi apa cita-cita saya. Pada kelas 6 SD saya menekuni hobi saya yaitu bermain bulutangkis, sampai waktu itu saya ikut latihan bersama ayah saya. Saya suka sekali bermain bulutangkis sampai sekarang. Hingga saya bercita-cita ingin menjadi altet bulutangkis wanita. Tetapi kata ibu saya, menjadi atlet bulutangkis itu tidak menjamin masa depan. Karena kalau sudah tua nanti pasti tidak akan dipaki lagi. Kemudian saya mencari lagi cita-cita saya, sambil mencari hobi. Sehingga hampir semua hobi saya tekuni. Mulai dari berenang, ternyata bukan minat saya. Kemudian saya mencoba Taekwondo dan ternyata itu bukan minat saya juga.

            Dan sejak memasuki bangku Mts cita-cita saya ingin menjadi seorang paskibraka, karena pada saat itu saya mengikuti kegiatan ekstrakulikler paskibra, maka dari itu saya pernah ditunjuk untuk menjadi pengibar bendera disekolah saya pada waktu hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus. Setelahnya saya lebih sering sekali ditunujuk sebagai petugas upacara dan saya juga sempat mengikuti latihan untuk mengikuti lomba paskibraka dibeberapa sekolah. Namun saat saya sibuk dengan tugas-tugas yang sangat menumpuk diakhir pendidikan bangku sekolah Mts saya, saya menjadi sangat jarang latihan paskib dan itu membuat skill saya menurun dikarenakan banyak sekali tugas yang harus saya kerjakan.

            Pada saat memasuki bangku SMA saya megambil jurusan IPA dan saya sangat menyukai pelajaran kimia, pada saat itu cita-cita saya yaitu berambisi untuk memasuki politeknik negeri jakarta dan mengambil jurusan teknik kimia, tetapi mimpi itu harus gagal dikarenakan saya tidak lolos dalam tahap seleksi SBMPTN.

            Dan sekarang sebagai mahasiswa keperawatan cita-cita saya yaitu menjadi perawat yang baik, tidak membeda-bedakan ras, agama, suku, dan bangsa, kaya atau miskinnya seseorang. Karena sejatinya perawat itu menolong dengan ketulusan tanpa meminta imbalan apapun because we are angel without wings.liah Kewarganegaraan : Menulis Cita-cita

Sebelumnya apa si cita cita itu?

Cita-cita itu adalah suatu impian dan harapan seseorang. Cita adaah mimpi, mimpi adalah kunci yang akan menentukan mau jadi apa kita dimasa depan. Kalau menurut KBBI yaitu, cita-cita keinginan yang selalu ada di dalam pikiran, bercita-cita, berkeinginan sungguh-sungguh, mencita-citakan menginginkan (menghendaki) dengan sungguh-sungguh, membayngakn sesuatu kepada, menjadikan sebagai tujuan.

Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahalu. Nama saya Ezzah El Diyana. Saya anak pertatama dari tiga bersaudara saya memiliki adik peremupuan yang berbeda enam tahun dengan saya, dan mempunyai adik laki-laki yang berbeda 14 tahun dengan saya. Alamat rumah saya di Jl.Pendawa, Kp parung Serab Depok. Saya lulusan MI Ia’anatul Ikhwan, Mts An-Nizhomiyah Cilodong, SMA Putra Bangsa dan saat ini saya belajar sebagai Mahasiswa Akademi Keperawatan

            Kalau ditanya soal cita-cita itu membuat saya bingung. Waktu SD cita-cita saya menjadi seorang dokter gigi. Tetapi saya pikir itu akan sangat sulit, sehingga saya berpikir lagi apa cita-cita saya. Pada kelas 6 SD saya menekuni hobi saya yaitu bermain bulutangkis, sampai waktu itu saya ikut latihan bersama ayah saya. Saya suka sekali bermain bulutangkis sampai sekarang. Hingga saya bercita-cita ingin menjadi altet bulutangkis wanita. Tetapi kata ibu saya, menjadi atlet bulutangkis itu tidak menjamin masa depan. Karena kalau sudah tua nanti pasti tidak akan dipaki lagi. Kemudian saya mencari lagi cita-cita saya, sambil mencari hobi. Sehingga hampir semua hobi saya tekuni. Mulai dari berenang, ternyata bukan minat saya. Kemudian saya mencoba Taekwondo dan ternyata itu bukan minat saya juga.

Dan sejak memasuki bangku Mts cita-cita saya ingin menjadi seorang paskibraka, karena pada saat itu saya mengikuti kegiatan ekstrakulikler paskibra, maka dari itu saya pernah ditunjuk untuk menjadi pengibar bendera disekolah saya pada waktu hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus. Setelahnya saya lebih sering sekali ditunujuk sebagai petugas upacara dan saya juga sempat mengikuti latihan untuk mengikuti lomba paskibraka dibeberapa sekolah. Namun saat saya sibuk dengan tugas-tugas yang sangat menumpuk diakhir pendidikan bangku sekolah Mts saya, saya menjadi sangat jarang latihan paskib dan itu membuat skill saya menurun dikarenakan banyak sekali tugas yang harus saya kerjakan.

Pada saat memasuki bangku SMA saya megambil jurusan IPA dan saya sangat menyukai pelajaran kimia, pada saat itu cita-cita saya yaitu berambisi untuk memasuki politeknik negeri jakarta dan mengambil jurusan teknik kimia, tetapi mimpi itu harus gagal dikarenakan saya tidak lolos dalam tahap seleksi SBMPTN.

Dan sekarang sebagai mahasiswa keperawatan cita-cita saya yaitu menjadi perawat yang baik, tidak membeda-bedakan ras, agama, suku, dan bangsa, kaya atau miskinnya seseorang. Karena sejatinya perawat itu menolong dengan ketulusan tanpa meminta imbalan apapun because we are angel without wings.

Tinggalkan Balasan