
Oleh Hariyanto
Puisi 2.0 yang mensyaratkan tidak lebih dari 20 kata ini begitu ringkas. Bentuknya sederhana karena hanya melihat satu obyek untuk satu judul puisi…..motto PUISI 2.0 adalah
ü SATU PUISI
ü SATU OBYEK
ü SATU SUDUT PANDANG
Puisi 2.0 ini digagas oleh Dr. Endang Kasupardi saat menyelesaikan studi S3 di UPI 2010.
Puisi ini lahir sebagai antisipasi jawaban atas perkembangan zaman yang serba cepat dan digital dengan tingkat kesibukan orang yang luar biasa. Dengan kondisi ini ke depan tidak ada lagi waktu untuk menulis atau membaca dan menikmati puisi yang panjang. Bagamana caranya dalam waktu terbatas orang masih sempat menikmati puisi, maka solusinya harus dibuat puisi yang hemat kata tapi bermakna. Atas dasar itulah lahir puisi yang hanya maksimal 20 kata tapi bermakna.
Isi puisi adalah tentang obyek benda nyata, yang ditulis dengan fokus. Penulisan fokus ini membuat seseorang menjadi lebih “teliti” agar tidak salah menjadi menggambarkan dirinya sendiri. Boleh menggambarkan sikapnya terhadap benda tersebut, namun biasanya ada di akhir baitnya. Itu pun dapat dibenarkan karena menyangkut aspek “rasa” Dengan perbandingan 60 : 40 rasio penggambaran obyek dengan logika dan ilmiah sebanyak 60 % dan 40 % aspek rasa.
Fokus pada obyek tertentu tentu membuat puisi seperti kelihatan “sederhana” baik dalam kata dan bahasanya, dan juga isinya. Namun puisi sederhana ini yang diibaratkan sebuah tesis ini adalah abstraknya; harus tetap mampu menggambarkan obyek atau peristiwa menyeluruh. Sehingga kata dan bahasa sederhana harus diberi kelebihan dengan memunculkan majas, atau diksi dan rima. Tidak lupa pada pemenggalan kalimat secara tepat. Dengan cara itulah puisi kecil dan sederhana ini menjadi lebih bernilai, berbobot dan “berjiwa.”
Menurut pengalaman penulis sebagai guru di SD, puisi 2.0 ini cocok dan sesuai diajarkan pada siswa SD kelas tinggi , 4 5 6. Bentuknya yang sederhana dengan pembatasan jumlah kata tidak lebih 20 kata maka siswa menjadi tidak terbebani. Apalagi tidak dituntut harus langsung bagus dengan menggunakan majas dan irama, dan diksi. Prinsipnya mengenalkan puisi sederhana kepada siswa adalah menyuruh siswa tidak takut menuliskan. Pokok ditulis saja, dalam kasus puisi 2.0 ini asal tidak melebihi 20 kata. Prinsip ini akan membuat siswa percaya diri dan pada akhirnya mempu menulis puisi secara lebih baik lagi.
Begitu pula Dr. Endang Kasupardi….selalu menekankan kepada yang berminat dengan puisi 2.0 agar tulis saja sebanyak-banyaknya. Pada saatnya nanti akan menemukan formulanya dan bentuk puisi yang indah. Bukan sekedar indah namun sudah bernilai sastra dengan diksi kuat dan majas serta irama tertentu.
Maka prinsip tulis-tulis-tulis menjadi model motivasi dengan sedikit merubah redaksi menjadi: kuantitas-kuantitas-kuantitas baru KUALITAS. Itulah rangkaian kata yang sering diberikan oleh Dr. Endang Kasupari penggagas Puis 2.0.
Karena itu selalu dibutuhkan keberanian untuk menulis puisi ini. Konsistensi dan kreativitas menjadi kuncul kesuksesan. Karena mengungkapkan sesuatu dengan bahasa indah sesuai puisi 2.0 ini memerlukan praktik yang terus menerus. Karenanya melalui blog penulis berusaha menuliskannya puisi 2.0 secara konsisten, agar satu saat nanti bisa menjadi sebuah buku kumpulan puisi 2.0.
Berikut ini ada beberapa contoh puisi 2.0 dari tulisan beberapa sahabat yang bisa dijadikan panutan dan referensi penulisan puisi 2.0.
CERITA HUJAN
Oleh , Lestari
dan
awan pun menitik
menjadi butir-butir air
yang menggelincir dari ujung genting
lalu
mengalir menuju hilir
TERBANGUN
Oleh. Rasopset
cahaya menyelinap
melalui celah jendela
lalu
melepaskan lelap
yang terkuncidalam
mimpi
LARON
OLEH; Cak Inin
ribuan laron
beterbangan
berebut cahaya
rela sayapnya tercerabut
jutuh
sujud
LEGENDA SINGASARI
Oleh. Hariyanto
keris sakti itu
ada wajah
mpu gandring
dan ken arok
membangun tahta baru
di atas batu hitam
berlumur darah
balas dendam
PENSIL
Oleh: Hariyanto
ketika sulit dipegang
sulit diruncingkan
aku masih sayang
karena jasamu
jelas tak kulupakan
membantu
menggores ilmu
di satu pengertian
Blitar, 13 Februari 2023
Hariyanto
#KMAC 2













