Prinsip Pembelajaran dan Assesmen dalam Kumer

KMAB524 Dilihat

 

Oleh; Hariyanto

Proses pembelajaran dan assesmen memegang peranan penting dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah. Kedua hal ini dilakukan sehari-hari oleh seorang guru. Bak sekeping uang logam, ada dua sisi yang mempunyai arti. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Keberhasilan pembelajaran akan terlihat jika diiringin dengan kegiatan assesmen. Sebaliknya assesmen juga kurang berarti jika tidak ada pembelajaran yang nyata. Tentu saja dengan catatan jenis assesmen diagnostik misalnya, jika mengukur siswa baru akan beda kasusnya.

Pembelajaran dan Assesmen juga merupakan beban kerja yang menjadi kewajiban seorang guru untuk melaksanakannya. Dari tahun ke tahun pembelajaran berlangsung selalu diiringi dengan  assesmen. Karena itu ketrampilan mengelola pembelajaran sekaligus assesmen adalah sangat penting. Proses pembelajaran yang baik adalah hasil dari perencanaan yang baik pula. Perencanaan yang baik hasil dari proses assesmen. Hasil assesmen mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, sekaligus masukan untuk melakukan refleksi dan perbaikan jika diperlukan. Begitu hal itu terjadi secara terus menerus untuk menghasilkan pembelajaran yang bermakna, yaitu membuat siswa lebih kreatif, berpikir kritis dan inovatif.

Berikut beberapa prinsip pembelajaran dalam kumer dan contoh pelaksanaannya.

  1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, sertamencerminkan karakteristikdan perkembangan pesertadidik yang beragamsehingga pembelajaranmenjadi bermakna danmenyenangkan;
  • Pada awal tahun ajaran, pendidik berusaha mencari tahukesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya.Misalnya, melalui dialog dengan peserta didik, sesi diskusikelompok kecil, tanya jawab, pengisian survei/angket, dan/atau metode lainnya yang sesuai. • Pendidik merancang atau memilih alur tujuan pembelajaransesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, ataupada tahap awal. Pendidik dapat menggunakan ataumengadaptasi contoh tujuan pembelajaran, alur tujuanpembelajaran dan modul ajar yang disediakan olehKemendikbudristek.• Pendidik merancang pembelajaran yang menyenangkanagar peserta didik mengalami proses belajar sebagaipengalaman yang menimbulkan emosi positif.
  1. Pembelajaran dirancangdan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;
  • Pendidik mendorong peserta didik untuk melakukanrefleksi untuk memahami kekuatan diri dan area yang perludikembangkan.• Pendidik senantiasa memberikan umpan balik langsungyang mendorong kemampuan peserta didik untuk terusbelajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan.• Pendidik menggunakan pertanyaan terbuka yangmenstimulasi pemikiran yang mendalam.• Pendidik memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktifagar terbangun sikap pembelajar mandiri.• Pendidik memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat, danperkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. • Pendidik memberikan tugas atau pekerjaan rumah ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiridan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan denganmempertimbangkan beban belajar peserta didik.• Pendidik merancang pembelajaran untuk mendorongpeserta didik terus meningkatkan kompetensinya melaluitugas dan aktivitas dengan tingkat kesulitan yang tepat.
  1. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;
  • Pendidik menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi dan untuk membantu peserta didik mengembangkan kompetensi, misalnya belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah, dan pembelajaran terdiferensiasi.• Pendidik merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberiketeladanan dan sumber inspirasi positif bagi peserta didik.• Pendidik merujuk pada profil pelajar Pancasila dalammemberikan umpan balik (apresiasi maupun koreksi)
  1. pembelajaran yang relevan,yaitu pembelajaran yangdirancang sesuai konteks,lingkungan, dan budayapeserta didik, sertamelibatkan orang tua dankomunitas sebagai mitra;
  • Pendidik menyelenggarakan pembelajaran sesuaikebutuhan dan dikaitkan dengan dunia nyata, lingkungan,dan budaya yang menarik minat peserta didik.• Pendidik merancang pembelajaran interaktif untukmemfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu,dan produktif antara pendidik dengan peserta didik, sesamapeserta didik, serta antara peserta didik dan materi belajar.• Pendidik memberdayakan masyarakat sekitar, komunitas,organisasi, ahli dari berbagai profesi sebagai narasumberuntuk memperkaya dan mendorong pembelajaran yangrelevan.• Pendidik melibatkan orang tua dalam proses belajar dengankomunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik.• Pada PAUD, pendidik menggunakan pendekatan multibahasa berbasis bahasa ibu juga dapat digunakan,utamanya bagi peserta didik yang tumbuh di komunitasyang menggunakan bahasa lokal. • Pada SMK, terdapat pembelajaran melalui Praktik KerjaLapangan (PKL) yang dilaksanakan di dunia kerja atautempat praktik di lingkungan sekolah yang telah dirancangsesuai dengan standar dunia kerja, menerapkan sistem danbudaya kerja sebagaimana di dunia kerja, dan disupervisioleh pendidik/instruktur yang ditugaskan atau memilikipengalaman di dunia kerja yang relevan. • Pada SMK, pendidik dapat menyelenggarakanpembelajaran melalui praktik-praktik kerja bernuansaindustri di lingkungan sekolah melalui model pembelajaran industri (teaching factory).
  1. pembelajaran berorientasipada masa depan yangberkelanjutan.
  • Pendidik berupaya untuk mengintegrasikan kehidupankeberlanjutan (sustainable living) pada berbagai kegiatanpembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilaidan perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadaplingkungan dan masa depan bumi, misalnya menggunakansumber daya secara bijak (hemat air, listrik, dll.), mengurangisampah, dsb.• Pendidik memotivasi peserta didik untuk menyadaribahwa masa depan adalah milik mereka dan mereka perlumengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depanmereka.• Pendidik melibatkan peserta didik dalam mencari solusisolusi permasalahan dikeseharian yang sesuai dengantahapan belajarnya.•Pendidik memanfaatkan projek penguatan profil pelajarPancasila untuk membangun karakter dan kompetensipeserta didik sebagai warga dunia masa depan.

Demikian pengetahuan tentang prinsip pembelajaran dan penerapannya di kelas. Semoga bermanfaat. Aamiin

Sumber : Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah , BSKAP Kemendikbudristek  2022

Blitar, 4 Agustus 2022

Hariyanto

Tinggalkan Balasan