Rasa bahagia dan sedih cukup aku yang tahu. Sebahagia apapun diriku tetap bagiku tidak membawa pengaruh apa-apa. Begitupun sebaliknya sesedih apapun diriku tetap tidak membawa pengaruh apapun bagi diriku.
Aku sadar bahwa apa yang hadir dalam perjalanan ini. Semua dari Tuhanku yang Maha mengetahui akan diriku. Maha mengetahui bahagia dan sedihku.
Jika kondisiku kadang tidak stabil, namun aku tidak pernah menyesalinya. Aku tahu bahwa Tuhanku jauh lebih tahu akan apa yang membuatku tidak stabil.
Aku serahkan semuanya kepada Tuhanku. Aku di dunia ini hanya sementara saja, ada kehidupan yang lebih baik dari di dunia ini.
Kehidupan yang lebih kekal yaitu nanti di surgaNya.
Sesakit apapun luka yang digoreskan, sesedih apapun hatiku. Namun akau akan tetap menepisnya dengan cepat.
Aku tidak mau Tuhanku melihat sesuatu yang tidak disukaiNya. Aku berserah sepenuh dan sepasrahnya ke Tuhanku. Jadi tidak ada yang perlu aku kwatirkan.
Impianku sudah sangat jelas dan selalu aku ucapkan kepada Tuhanku.
Aku ingin menemuiNya tanpa ada hambatan tanpa ada rasa sakit yang menggerogoti tubuhku. Aku ingin pulang disaat aku bermunajat kepadaNya, aku ingin pulang saat aku sedang membaca kitabNya. Aku ingin pulang tanpa meninggalkan beban bagi siapapun di duni fana ini. Aku ingin pulang disaat aku rindu serindu- rindunya bertemu denganNya, dan sebaliknya rinduNya juga sedang membara ingin bertemu denganku.
Ya Rabbku… hamba pasrahkan semua kepadaMu.





