Murakkaz Al Qur’an yang Mengesankan

Terbaru101 Dilihat

Acara murakkaz Al Qur’an adalah acara yang diadakan oleh Yayasan tempat ku mengabdikan diri hampir dua puluh tahun aku disini.
Acara yang semua guru dan karyawan bersama Al Qur’an. Acara yang mana semua guru dan karyawan betah berlama-lama dengan dengan Al Qur’an.
Ada perasaan yang bercampur aduk disaat mengikuti acara ini. Merasakan berlama-lama dengan Al Qur’an adalah nikmat yang tidak bisa dinilai dengan apapun.
Menyetorkan hafalan yang pernah dihafal, dan menambah hafalan baru adalah tantangan yang luar biasa. Tantangan bukan melihat hasil orang lain, melainkan tantangan untuk diri sendiri melalui proses yang indah.
Mulai menyetorkan juz 30 dengan penuh semangat. Berlomba- lomba antri dihadapan musyrifah adalah momen yang indah dan sulit untuk dilupakan.
Acara murakkaz ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi hati para guru dan karyawan. Mendekatkan diri ke Al Qur’an adalah salah satu cara supaya hati tenang dan semangat untuk lebih bersyukur akan lebih terasa.
Yang sangat membuat berkesan bagi diriku yang mengikuti acara ini dari awal adalah disaat menyetorka hafalan terakhir yang QS. An Nas, tanpa terasa ada yang mengalir dari mataku. Mungkin rasa haru bisa menyetorkan hafalan di depan musyrifah. Bukan air yang dipaksakan keluar, melainkan air mata yang keluar sendiri yang seolah olah ingin ikut merasakan rasa haru di hati.
Semoga acara ini akan terus diadakan oleh Yayasan sekolah tempat saya mengajar. Semoga dengan acara ini para guru dan karwan lebih semangat bersama Al Qur’an.
Untuk diriku sendiri aku hanya bisa berniat untuk menjadi pribadi dan hamba yang lebih mencintai Al Qur’an. Lebih betah berlama-lama dengan Al Qur’an. Merutinkan muraja’ah hafalan setiap hari dan menambah hafalan dengan semangat.
Niat yang terus diperbaiki maka diawal tahun ini akan kumulai dengan Bismillahirrahmanirrahiim, semoga Allah ridho dan berikan hidayahNya.
Jika disisa umur yang tidak banyak ini, masih juga bersantai. Maka kapan lagi diri ini lebih serius memulai untuk menjadi lebih baik? Bukankah yang diinginkan adalah bertemu dengan Tuhanmu dalam rindu yang sama membara? bukankan hidayahNya yang sangat diharapkan? bukankah ridhoNya yang diharapkan?. Maka mulailah tanpa ada kata “tapi” dari sekarang.
Semangat memperjuangkan surgaNya

Tinggalkan Balasan