Semuanya Adalah Rezeki

Terbaru250 Dilihat

Bertemu dengan orang-orang baik setiap hari adalah rezeki yang mana tidak semua orang mendapatkannya. Kalau dulu… ya.. duluuu, rezeki itu identik dengan materi (uang). Uang adalah segala-galanya. Yang memiliki uang lebih maka dimata manusia dialah orang kaya. Orang yang terpandang biberlakukan lebih istimewa dibanding orang yang memiliki materi secekupnya saja.
Selalu ada saja yang menjadi pembanding jika seseorang kelihatan lebih dari segi materi. Dan dulunya aku juga berpikiran seperti itu, orang yang memiliki harta yang banyak mereka adalah orang-orang beruntung. Orang-orang yang memiliki segala-galanya yang seolah-olah dimataku mereka perfect tanpa ada cela sedikitpun.
Sampai-sampai aku berpikiran betapa malangnya diriku dari kecil hidup biasa-biasa saja.
Hingga pada suatu hari aku disadarkan oleh suatu kejadian yang mana telah membuka pintu hatiku yang terdalam. Bahwa kekayaan sejati bukan saja dilihat dari segi materi, melainkan banyak hal lain yang bisa dipandang lebih, melebihi materi.
Tersadar dari ketidaktahuan membuat diriku berpikiran bahwa sangat picik rasanya gaya berpikir kita jika melihat rezeki itu hanya dari segi materi.
Ternyata disaat pola pikir telah berubah, dan hati telah tertaut kepadaNya. Tiada lagi yang mampu menggoyahkan hati, karena hakikat kekayaan itu sebenarnya adalah yakin dengan sepenuh hati dengan yang memiliki kekayaan itu.
Jika rasa itu telah tertancap dalam di hati dan sanubari maka kekayaan apa lagi yang dicari?.
Bertemu dengan orang-orang baik, yang saling mengingatkan dalam ketaqwaan, bukankah itu rezeki? Disaat ada yang tidak suka kepada kita pun, bukankah itu rezeki?
Semua yang hadir dalam hidup kita, adalah rezeki. Disaat yang hadir membawa kebahagiaan dan diiringi dengan senyum tawa itu adalah rezeki. Begitupun disaat sesuatu yang hadir dalam hidup dan kadang juga membuat dada terasa sesak sehingga air mata ikut menjadi saksi akan sesaknya rasa di dada, bukankah itu juga rezeki?
Jika kita memahami dan paham akan hadirnya sebuah rasa, maka tiada yang mampu membuat hati untuk selalu bersyukur akan rezeki-rezeki yang hadir.
Nikmatilah apapun yang hadir dalam hidup. Biar tiada penyesalan ikut hadir. Di dunia ini kita hanya sebentar saja, tempat singgah yang seolah-olah indah dan selamanya. Tetapi kenyataannya hanyalah tempat persinggahan laksana fatamorgana.
Yakin denganNya…. sehingga apapun yang hadir akan selalu ada rasa kedamaian dan kenyaman yang merasuki hati.
Terima dengan lapang dada dan ikhlaskan segala sesuatu yang terjadi, maka lihatlah betapa dunia ini tidak ada apa-apanya dibanding kehidupan yang sesungguhnya dimasa depan.
Selamat berjuang menjadi lebih baik lagi, kini… nanti… dan seterusnya.

We become what we think about most of the time, and that’s the strangest secret.

Tinggalkan Balasan