Dzikir adalah sebuah aktivitas religi yang dilakukan oleh sosok hamba untuk mengingat Sang Penciptanya baik secara lisan maupun secara renungan dalam hati.
Bagi sosok hamba, dzkir itu sangat bermakna besar karena merupakan gambaran nyata yang menjadi pembeda kedudukan antara mahluk dan Khaliq.
Pada satu sisi merupakan refleksi bagi dirinya sendiri sebagai hamba dan pada sisi lain adalah pengakuan paling sempurna untuk Sang Khaliq Yang Maha Pencipta.
Menurut pengertian bahasa, dzikir diambil dari kata “Zakara-Yazkuru-Zikran” yang memiliki arti mengingat dan memusatkan perhatian kepada sesuatu dalam hal ini adalah Allah.
Sedangkan dalam arti terminologis, dzikir dapat dikategorikan menjadi dua bagian pengertian.
Pertama adalah pengertian secara umum yang menyangkut segala bentuk peribadatan, seperti shalat, puasa, haji, membaca al-Qur’an. Kedua adalah pengertian yang menyangkut pada makna yang khusus.
Dalam makna khusus ini, dzikir adalah kegiatan untuk mengingat Allah dengan lafadz-lafadz yang telah diperintahkan oleh-Nya, seperti membaca al-Qur’an.
Juga memahami asma-asma-Nya atau sifat-sifat-Nya yang luhur pada lisan seseorang atau dalam hatinya seperti sudah disyariatkan dalam Al Quran
Termasuk dalam makna ini adalah lafadz-lafadz dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, seperti mengagungkan Allah dan mensucikan-Nya. Karena Allah Maha Agung dan Maha Suci.
Simak dalam Al Quran Allah berfiman: “Karena itu, berdzikirlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” (QS. Al-Baqarah 152).
Allah memastikan bagi orang-orang yang berdzikir kepadaNya akan mendapatkan keistimewaan yaitu Allah akan mengingat hamba-hamba tersebut.
Berikut sebuah Hadis Qudsi menjelaskan bahwa Aku senantiasa berada dalam persangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku, dan Aku selalu menyertainya ketika ia berdzikir kepada-Ku.
Apabila hamba-Ku mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila ia mengingat-Ku di depan orang banyak, maka Aku pun mengingatnya di depan orang banyak pula yang lebih baik dari mereka.
Apabila hamba-Ku mendekat pada-Ku dengan langkah sejengkal demi sejengkal, Aku akan mendekat kepada-Nya sehasta demi sehasta.
Apabila ia mendekat kepada-Ku dengan sehasta demi sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa demi sedepa. Dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (HR. Bukhari).
Sebuah ayat Al Quran dan sebuah Hadis Qudsi tersebut menjadi refleksi bagi kita bagaimana pentingnya berdzikir setiap hari. Hal itu pada hakektanya diri kita ini hanyalah sosok hamba yang selalu tergantung kepada Allah Yang Maha Pencipta. Maha Suci Allah.
Salam bahagia @hensa17.
*****










Syukran Katsiro Pak Hensa. Salam Ramadan 6
Alhamdulillah Pak Haji TD. Salam Ramadan Mubarak.