Beberapa jenis artritis atau radang sendi, termasuk di dalamnya akibat asam urat yang tinggi adalah kondisi yang terjadi akibat tidak disiplinnya dalam menerapkan pola makan. Mengendalikan pola makan dapat menghindari terjadinya peradangan dan gejalanya.
Fokus pada Asam Urat yang kerap kali terjadi pada diri kita. Asam urat atau gout arthritis adalah peradangan atau nyeri pada sendi (arthritis) yang disebabkan adanya penumpukan kristal.
Jenis kristal tersebut adalah senyawa monosodium urate yang mengendap di sekitar sendi, sehingga timbul rasa sakit. Ini terjadi karena tingginya kadar asam urat dalam darah.
Bukti menunjukkan bahwa pola makan tertentu mungkin memiliki efek anti-inflamasi. Namun itu saja tidak cukup karena harus diimbangi dengan upaya dan kesungguhan dalam menjaga pola makan dengan baik.
Ada sebuah fakta menunjukkan bahwa pola makan, seperti diet Mediterania, yang berfokus pada konsumsi sayur, buah, dan minyak zaitun sambil membatasi asupan daging ternyata dapat membantu mengatasi peradangan.
Sudah banyak orang mengetahui bahwa Diet Mediterania adalah pola makan sehat yang kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, legum, dan minyak zaitun sebagai sumber lemak sehat.
Diet ini menekankan konsumsi ikan dan unggas, sedikit produk susu dan daging merah, bahkan hindari saja mengonsumsi daging merah menggantikannya dengan daging unggas seperti ayam, serta membatasi makanan manis dan olahan.
Namun demikian pola makan yang diterapkan ini bukan aturan yang terlalu ketat, melainkan cara makan yang fleksibel, terinspirasi dari makanan tradisional masyarakat di sekitar Laut Mediterania.
Dilansir oleh Medical News Today (17/11/22) menyebutkan bahwa para peneliti dalam sebuah studi tahun 2020 menyelidiki efek diet anti-inflamasi terhadap gejala Rhematic Arthritis (RA).
Selama 10 minggu, 47 peserta di Swedia mengonsumsi makanan anti-inflamasi yang kaya akan asam lemak omega-3, serat pangan, antioksidan, dan probiotik.
Pada akhir studi, peserta yang mengonsumsi makanan anti-inflamasi memiliki skor aktivitas penyakit RA yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol yang mengonsumsi makanan khas Swedia.
Para peneliti menyarankan bahwa memasukkan probiotik ke dalam diet anti-inflamasi mungkin berkontribusi pada hasil positif tersebut.
Orang dengan Rhematic Arthritis, mungkin memiliki mikrobiota usus yang kurang beragam dibandingkan orang sehat. Probiotik dapat mengubah mikrobiota dan mengurangi respons imun, yang menyebabkan gejala yang kurang parah.
Semua studi menyebutkan bahwa investigasi jangka panjang tambahan diperlukan untuk lebih memahami bagaimana pola makan dapat memengaruhi peradangan sendi.
Terlepas dari hasil-hasil riset tersebut berikut ini adalah beberapa makanan yang sangat ramah bagi kesehatan kita agr terhindar dari penyakit asam urar. Mari kita simak berikut ini.
1. Ikan Berminyak.
Orang yang menjalani diet Mediterania memasukkan ikan berminyak atau berlemak, seperti salmon atau tuna, sebagai bagian dari pola makan rutin mereka. Studi menunjukkan bahwa asam lemak yang terkandung dalam ikan ini dapat membantu mengurangi peradangan secara keseluruhan.
Sebuah studi tahun 2018 menyimpulkan bahwa penderita radang sendi yang mengonsumsi ikan dua kali atau lebih seminggu memiliki skor aktivitas penyakit yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang tidak pernah mengonsumsi ikan.
Mengonsumsi ikan berlemak secara teratur dapat membantu mengurangi peradangan sendi. Namun, penderita asam urat harus tetap berhari-hati, mereka sebaiknya fokus mengonsumsi ikan rendah purin.
Begitu juga mereka sebaiknya hanya sesekali mengonsumsi ikan dengan purin sedang seperti kerang, udang, kepiting, tiram, cumi-cumi, lobster.
2. Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran berdaun hijau tua, seperti kangkung dan bayam, menyediakan beragam nutrisi, seperti vitamin A, C, E, dan K. Begitu juga memiliki kandungan magnesium, kalium, kalsium dan zat besi.
Sayuran berdaun hijau juga merupakan sumber serat pangan dan antioksidan yang baik yang dapat membantu mencegah kerusakan sel. Kandungan vitamin K di dalamnya dapat membantu mencegah kondisi peradangan.
3. Brokoli
Brokoli merupakan sayuran hijau yang kaya akan vitamin A dan C serta fitonutrien yang merupakan senyawa alami dari tumbuhan yang dapat membantu mengurangi peradangan.
Salah satu kandungan penting dalam brokoli adalah sulforaphane, yang berpotensi menghambat proses inflamasi dan memperlambat kerusakan akibat radang sendi. Mengonsumsi brokoli dapat membantu mencegah nyeri sendi akibat asam urat.
4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kacang polong, lentil, dan berbagai jenis kacang-kacangan lainnya merupakan sumber protein nabati yang rendah lemak dan kaya serat.
Bagi penderita asam urat tidak dibenarkan mengonsumsi daging dan pembatasan beberapa jenis seafood, maka kacang-kacangan bisa menjadi alternatif sumber protein yang aman. Bahkan jenis makanan ini dapat membantu mencegah serangan asam urat.
5. Bawang putih
Bawang putih, bawang bombai, daun bawang, dan bawang merah termasuk dalam keluarga allium yang mengandung antioksidan quercetin.
Senyawa ini sedang diteliti kemampuannya dalam mengurangi peradangan pada penyakit sendi. Selain itu, bawang putih dapat membantu mengurangi kelebihan asam urat dan mendukung detoksifikasi hati serta ginjal.
6. Buah Sitrun.
Buah sitrun banyak mengandung vitamin C yang selama ini dikenal dapat membantu tubuh mengeluarkan asam urat melalui urine, sehingga dapat mengurangi frekuensi serangan asam urat.
Buah-buahan sitrun seperti jeruk, jeruk bali, dan nanas menjadi sumber vitamin C yang sangat baik. Hanya saja harus diperhatikan dengan memilih buah dengan kandungan fruktosa yang lebih rendah agar tidak meningkatkan kadar asam urat secara berlebihan.
7. Alpukat
Alpukat diketahui banyak memiliki kandungan purin yang rendah karena itu aman bagi penderita asam urat. Selain itu alpukat juga mengandung lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E.
Diketahui bahwa kedua komponen ini memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi rasa sakit serta peradangan pada sendi akibat asam urat.
8. Susu dan Yogurt
Protein dalam produk susu rendah lemak, seperti susu skim dan yogurt rendah lemak, dapat membantu menurunkan kadar asam urat secara alami.
Selain itu, produk susu ini juga membantu menjaga berat badan agar tetap ideal. Hal ini penting, karena obesitas dapat memperburuk asam urat.
9. Kopi dan Teh Hijau
Kabar baik bagi pencinta kopi yang juga penderita asam urat, ternyata konsumsi kopi dalam jumlah sedang justru dapat menurunkan kadar asam urat dan mencegah serangan nyeri sendi.
Begitu juga teh hijau dapat mencegah peradangan sendi akibat asam urat. Minumlah teh hijau panas atau dingin, mengonsumsinya sebagai suplemen, atau menambahkan bubuk teh hijau ke dalam makanan lainnya.
Teh hijau memiliki komponen utama yaitu epigallocatechin-3-gallate (EGCG), ini adalah zat yang dapat membantu meredakan peradangan.
Menurut sebuah data pada tahun 2016 menyebutkan bahwa para peneliti menemukan EGCG dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Namun demikian para peneliti tersebut masih butuh penelitian lebih lanjut sebagai studi tambahan untuk memahami lebih dalam dampak EGCG terhadap peradangan dan potensinya bagi penderita artritis inflamasi dan asam urat.
Semoga bermanfaat.
Salam sehat penuh bahagia @hensa17.






