Ternyata Hidup Ini adalah Hari Ini, Bukan Esok apalagi Kemarin

Humaniora, Terbaru, YPTD44 Dilihat

Hidup ini adalah hari ini. Itu adalah ungkapan kalimat yang selalu menjadi renungan setiap pagi pada saat bangun tidur. Mari kita mencoba memahami makna sebenarnya ungkapan kalimat bahwa hidup ini adalah hari ini. Hanya sekedar sebuah renungan diri.

Untuk memahami secara sederhana kalimat tersebut memang begitu mudah, tetapi makna tersirat di dalamnya tidak semudah mengartikan secara harfiah saja.

Untuk memahami kalimat hidup ini adalah hari ini, maka terus berlanjut pada pertanyaan berikutnya yaitu apa yang harus dilakukan? Apa yang sudah dipersiapkan? Apa yang menjadi tujuan? Sudah siapkah untuk menjalani hidup ini adalah hari ini?

Mari kita renungkan sebuah nasihat yang bisa dijadikan pedoman kita dalam keseharian menjalani hidup ini sehingga kita bisa mengisi dengan aktivitas produktif.

Kita ternyata harus memahami fakta yang ada di depan kita bahwa jika tiba waktu pagi, maka melakukan perbuatan baik janganlah menunggu waktu siang hadir dan petang datang.

Hal itu karena hari inilah hari pada saat kita bisa bangun dari tidur, menghirup udara segar di pagi hari, menikmati secangkir kopi panas di tengah udara dingin.

Membuka mata dan menatap dengan nyata menikmati hidup yang sesungguhnya. Semuanya hanya terjadi pada hari ini.

Inilah hari yang menjadi hak kita untuk menjalaninya yaitu hari ini, bukan esok apalagi kemarin sudah kadaluwarsa.

Hari kemarin sudah menjadi waktu yang berlalu sehingga sudah bukan lagi menjadi hidup kita.

Sedangkan esok hari belum tentu kita bisa menjumpai dan menjalaninya. Hidup ini adalah hari ini karena itu bisa jadi usia kita hanya ada pada hari ini.

Mari kita memanfaatkan hari ini sebaik-baiknya. Mengubah yang belum baik menjadi baik. Menata kembali hal-hal yang masih berantakan dalam diri ini.

Membulatkan tekad memperbaiki setiap ucapan dan perbuatan serta ramah kepada siapapun. Mengoreksi setiap kesalahan yang pernah dilakukan dan bertekad tidak akan mengulanginya.

Selalu mengupayakan dengan keras menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain. Menerima dengan tulus ikhlas semua Taqdir yang sudah ditentukan olehNya karena Dialah sebaik-sebaik Penentu dalam kehidupan ini.

Hanya hari ini kita hidup, maka untuk itu kita harus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam hati ini. Harus membuang jauh-jauh benih-benih kejahatan yang bisa membinasakan kehidupan kita.

Membuang sifat-sifat buruk seperti sombong, riya, hasud, iri, dengki, arogan, berprasangka buruk kepada orang lain dan menghentikan fitnah keji untuk mengadu domba sesama.

Manusia yang mampu menjalankan prinsip-prinsip di atas adalah orang-orang yang arif dan bijaksana. Merekalah orang-orang yang berjiwa besar yang mampu mengubah kegagalan menjadi sukses.

Manusia yang sukses adalah mereka yang memiliki kebahagiaan lahir dan batin. Memiliki hati yang damai. Menjalani kehidupan yang seimbang sehingga saat di dunia beruntung dan di akhirat mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan. Begitu juga mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan.

Jadi dapat dipahami dengan pasti bahwa hari ini adalah milik kita. Kemarin sudah menjadi masa lalu yang hanya tinggal kenangan. Sedangkan esok adalah harapan yang harus diwujudkan.

Hanya hari ini yang sudah pasti menjadi milik kita. Untuk itulah hari ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan kebahagiaan lahir dan batin.

Kita harus mampu melatih diri untuk bisa menikmati hidup pada hari ini dengan meraih sebanyak mungkin catatan kebaikan yang mendapatkan RidhoNya.

Dengan pertolonganNya pula kita selalu berharap hari ini adalah tempaan pada jiwa dan raga sehingga mencapai kesempurnaan menjadi insan yang arif dan bijaksana. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Salam bahagia @hensa17.

Tinggalkan Balasan