Tiga
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Dahulu kala ketika orang tua kita lahir kehidupan begitu miris. Penderitaan, kemiskinan dan kekerasaan terjadi karena peperangan yang melanda Indonesia. Namun sekarang perkembangan zaman begitu pesat berubah secepat rotasi bumi mengelilingi porosnya. Begitu banyak perubahan baik dalam bidang ekonomi, politik, kebudayaan dan teknologi.
Tibalah saatnya pada era penuh dengan digital. Dunia yang penuh dengan aplikasi-aplikasi baru pada media. Para generasi muda mulai mengenal satu-satu. Sebagai contoh : ketika bayi dalam kandungan, mereka sudah mulai dikenakan dengan irama harmoni melalui hp. Saat mereka terlahir ke muka bumi dan beranjak balita, mereka pun sudah mengenalnya. Bahkan mereka lebih cakap dan terampil dari pada orang dewasa.
Dari sini kita bisa berefleksi bahwa,”Seluruh warga negara indonesia berhak atas setiap perkembangan dan kemajuan zaman”. Sebagaimana yang termuat dalam pembukaan UUD 1945. Demi mempersiapkan bangsanya Presiden RI melalui Bapak Nadiem untuk melakukan perubahan kurikulum. Kemunculan kurikulum baru memberikan perubahan baru, terutama pada diri generasi muda. Mereka harus siap dalam menghadapi setiap tantangan di depan.
Mau tidak mau mereka harus siap menggunakan beberapa aplikasi yang baru mereka kenal. Seperti : pembelajaran yang selalu menggunakan media digital melalui internet dan hp. Hingga mencurahkan pikirannya dalam memainkan game digital. Berdasarkan pemaparan di atas sudah jelas sekali bahwa perkembangan zaman yang luar biasa pesat.
Ingatlah Era Lama
Era baru datang tentunya kita jangan sampai melupakan era lama. Di mana digitalisasi belum hadir di muka bumi ini. Dahulu saat zaman peradaban kita sudah kenal zaman batu meski sekedar pengetahuan sejarah di sekolah. Akan tetapi sampai saat ini masil melekat dalam benak kita. Seperti sejarah, budaya dan kebiasaan pada zaman batu.
Zaman batu dan masa peralihan setelah peperangan ini merupakan leluhur perkembangan teknologi yang terjadi. Maka mari kita kenali kembali masa-masa dulu mulai dari kebudayaan dan kebiasaan. Mungkin itu dapat memberikan pengalaman positif dalam diri kita.
Permainan tradisonal adalah budaya lama
Budaya lama yang akan saya ulas kali ini adalah mengenai permainan tradisional. Permainan tradisional merupakan salah satu hasil budaya yang berkembang Indonesia. Permainan tradisional sudah dikenal sejak zaman orang tua kita baru lahir yaitu pada masa tahun 1945. Permaninan tradisional pada masa 1945 masih menggunakan benda nyata. Berbeda dengan era diginal permainan tradisional dapat dimainkan dengan menggunakan HP android.
Permainan tradisonal memiliki banyak contoh yaitu:

- Bakiak : Bakiak merupakan permainan tradisional yang dimainkan oleh tiga orang dalam satu kelompok. Masing- masing kelompok akan bertanding melawan kelompok lain. Bakiak menggunakan dua lembar papan. Pengikat papan menggunakan karet.

2. Sonda manda : Sonda manda adalah permainan masa kecil yang berasal dari Belanda yaitu Zoondag Mandag. permainan ini dimainkan minimal oleh dua orang atau lebih. Teknik memainkannya dengan cara salah satu pemain melemparkan genteng pada salah satu gambar kotak dan jangan sampai kena garis kemudian mulai jalan dengan kaki di angkat satu atau dengklek.

3. Gobak sodor : Gobak sodor merupakan permainan berasal dari Inggris yang disebut dengan Go Back To The Door. Pemainan ini dimainkan oleh beberapa 3-5 orang. Masing-masing kelompok akan bergantian bermain. Salah satu kelompok akan main dan satu kelompok lainnya yang akan menjadi penjaga pintu. Lapangan gobak sodor berbentuk lapangan kotak.

4. Petak umpet : Petak umpet atau dikenal dalam bahasa Inggris Hide and Seek. Permainan tradisional ini akan dimanikan oleh beberapa orang. Di mana salah satu ada yang menjadi penjaga dan ada yang tugasnya bersembunyi. Selain itu tugasnya mencari temannya yang bersembunyi.

5. Dakon/ Congklak : Dakon adalah permainan tradisional yang biasa dilakukan oleh para anggota keluarga istana. Permainan dakon menggunakan papan dan berlubang. Tiap lubang ajab diisi masing-masing dengan 10 biji. Pemainnya ada dua orang anak perempuan. Salah satu pemain akan dikatakan menang apabila menghabiskan biji milik pemain lain.

6. Bekel : Bekel merupakan permainan yang biasa dimainkan oleh anak perempuan. Biasanya dimainkan oleh minimal dua orang. Alat yang digunakan dalam bermain bekel adalah satu buah bola karet kecil dan 10 biji kewuk.

Selain beberapa permainan tradisional yang dijelaskan di atas masih banyak lagi permainan-permainan tradisional yang perlu kita ingat kembali dan lestarikan. Jadi kalau tidak kenal maka sayanglah kita.









Keren tulisannya. Sangat menarik dibahas. Jadi ikut bernostalgia masa kecil dulu dengan beragam permainan tradisional.