Rinai, rasa dan semesta
By: Pujiasty
Rinai hujan kembali berbisik menelisik mengusik
Semilir angin menggugurkan dedaunan
Alam memberi isyarat hati
untuk menepi
Di tengah hiruk pikuk duniawi
Rasa yang singgah seolah enggan menjelaskan
Keterasingan pada sang waktu
Seolah ada dan tiada
Terpasung rumit bertengger berkecamuk bersama ilusi dunia
Tertawan resah tak memberi penawar
Pada rasa hati yang menghambar
Sampailah rasa memaknai kesunyian
di dunianya masing-masing
Kata dan rasa pergi tanpa permisi
Seiring rinai terasa hampa
Resah melawan rasa
Rinai sore ini kan kembali mengering
Karena rinai hujan memberi tenang
Dan mendung akan kembali terang pada waktunya
Lukisan pelangi masih sembunyi mencoba melepaskan beban yang menghimpit
Menangis hanya akan menyakiti
Perlahan rasa syukur kupeluk
Dalam mihrab cintaNya ku berdoa
Bahagia dalam cita dan cinta








