Tangga Bidadari

Terbaru502 Dilihat

 

Jalan setapak itu begitu terjal, batu – batu yang menonjol di atas tanah cukup terasa perih di telapak kaki ku. Sisi kanan dan kiri ku semak belukar,,berbunga cantik warna warni..tapi berduri.

Aku terus melangkah maju, entah telah berapa lama aku berjalan.

Di ujung jalan setapak itu aku melihat tangga kecil yang menjulang tinggi ke atas. Tiap anak tangga nya terlihat kokoh, tak kulihat ada penyangga di sisi nya. Aku terhenti, dan ku perhatikan..tangga apa itu ?

Di ujung jalan setapak itu hanya tangga yang ku lihat. Aku berbalik ke belakang, jalan setapak yang ku lihat tadi, sangat lah panjang dan ber kelok kelok. Aku masih berdiri di depan tangga itu. Apakah harus naik atau kembali pulang ke jalan setapak itu lagi.

Lama aku terdiam…

“Bismillah”..ucapku pelan,,lalu aku ku langkah kan kaki ku di tiap anak tangga itu. Kaki ku terasa ringan, padahal aku tau,,tangga itu menjulang tinggi sekali.

Belum setengah jalan anak tangga aku lalui,,aku mendengar suara anak anak kecil tertawa ceria dan bahagia dari atas..
Ku dengar derap langkah mereka menuruni tangga.
Langkahku terhenti.

Aku terkejut, ku lihat Vita dan Najwa dari atas..mereka berlarian menyambutku..wajah mereka berseri dan cerah..tersenyum bahagia menatapku…

“Bundaaaaa” teriak mereka bersamaan dari atas..

“Nak,,hati hati sayang,,pelan pelan turunnya..nanti jatuh sayang” ujarku pelan. Mereka seperti tak menghirauku. Terus turun, begitu ringan langkah mereka tanpa takut jatuh sama sekali..

“Bunda bunda, di atas sana baguuuus sekali. Ada taman, banyak sekali bunga nya, ada kupu kupu bisa menyala sayapnya. Di sana ada air terjun harum sekali bunda. Ayo bunda kita ke sana” ujar Vita ketika dia sudah sampai di depan ku. Aku tak bisa berkata apa apa.

Najwa memegang tangan kiri ku, Vita memegang tangan kanan ku. Kedua tangan mungil itu terasa hangat di tanganku. Mereka menuntun ku menaiki anak tangga yang makin tinggi.
Entah berapa lama aku berjalan bersama mereka, mereka sangat cantik, memakai mahkota dari bunga yang indah dan menggunakan gamis putih yang cantik.
Mereka tertawa kecil dan riang sekali. Mereka tampak bahagia ketika menuntun tanganku ke atas.

Langkah kami terhenti di tengah tangga yang tinggi itu.

“Bunda, Vita sama Najwa pulang dulu ya. Bunda di sini dulu, kita tunggu bunda di sana ya, jangan lama lama ya bunda” kata Vita berbisik padaku.

“Loh kok bunda di tinggalin, katanya bunda mau di ajak ke atas” lanjut ku bingung. Karena mereka berbalik badan dan naik lagi ke atas..sambil melambaikan tangan padaku.

“Bundaaaa,,Najwa tunggu ya sama teteh, jangan lama lama ya bunda, dadah bundaa” teriak Najwa sambil tertawa ringan. Dan mereka meninggalkanku menaiki tangga itu..dan menghilang dari mataku..

Aku masih terdiam dan bingung, dengan semua ini. Apa ini, apa yang terjadi padaku. Kenapa mereka meninggalkan ku begitu saja, tapi mereka menunggu ku di atas sana. Tempat apa di atas sana…Ya Allah..ribuan pertanyaan dalam benakku..

“Bunda” suara lembut membangunkan ku, aku membuka mata ku,,gadis kecil ku..annora berada tepat di sisiku..”hmmm..iya sayang”..”bunda ga tahajud?” Lanjut annora. Aku melihat jam dinding, jam setengah 2. Aku tersenyum, “iya sayang, ayo kita wudhu” ajakku, ku peluk erat gadis kecilku..sementara hatiku masih berdegup kencang, karena mimpi ku tadi..

Iya…aku harus pulang..dan memang harus pulang.
Banyak yang harus ku persiapkan saat ke pulangan ku..dan banyak yang akan kutinggalkan saat aku pulang..

Yang pasti..anak tangga itu tinggal setengah lagi akan ku lalui…sebentar lagi..aku memang harus pulang.

Kisah nyata sehari setelah wafatnya Najwa dan Vita..

Cianjur,

17 Juli 2022

 

~ raaina darwis ~

 

 

Tinggalkan Balasan