https://pin.it/1A6HB4d
Menunggu Jangkar Kekasih
Menunggumu bagaikan menunggu langit fajar menelan rembulan malam.
Aku kesepian dalam gelapnya malam. Hening hanya terdengar dengkuran jengkrik di kejauhan dan suara mesin AC dan terasa suara-suara angin menyapa seolah-olah ikut meramaikan suasana agar tidak sepi mencekam.
Kekasihku ini sering berlangsung ketika kau pergi mengembara mengejar rezeki demi anak istri. Hanya kekuatan cinta aku bisa kuat menghadapi ini semua. Bergelut dengan kehidupan diterpa badai, ombak sekali pun. Aku tetap tersenyum, tegar walaupun menjadi orang tua tunggal jika tidak ada belahan jiwa di sampingku.
Buah hati yang selalu membuat hati menjadi kegirangan lupa akan kesendirian dan ketakutan-ketakutan yang acap kali datang menyergap hatiku. Tawa, canda dan tangis setiap hari mewarnai rumah . Kadang bibir mungil itu bertanya, Bapak kapan pulang?
Aku dengan sabar menjawab, sebentar lagi jangkarnya pasti tertambat di dermaga. Bersabarlah jadi anak yang baik pasti Bapak segera pulang.
Kesabaran buah hati menunggu kedatangan belahan jiwa membuat aku kadang terenyuh. Diam-diam air kristal di mata mulai menetes. Sampai kapankah kehidupan ini sendiri hanya berteman sepi, dan seonggok selimut.
Kesedihan itu berlanjut apalagi sang kekasih tidak bisa memberi kabar. Berbagai pikiran bergalayut entah apa yang terjadi. Keresahan melanda hati, hanya kedekatanku kepada yang Kuasa atas semesta hidup ini dapat dilalui. Mencoba selalu tegar terutama di depan buah hati dan orang tuaku.
Duhai kekasihku semoga engkau di negeri seberang tetaplah bersama Illahi menjaga kesucian jauh dari maksiat. Akan tetap kujaga jalinan rumah tangga kita. Aku dan anak-anak selalu menunggumu
Bekasi, 24052019
Sudah ditulis di Kaskus
Menulis ke -19












