Maasyaa Allah, Karya Ilmiah Bisa Jadi Buku

Terbaru718 Dilihat

MAASYAA ALLAH, KARYA ILMIAH BISA JADI BUKU

Ukin Supangat ibu Lilis,
Berempat pergi ke Australia,
Makin semangat digrup belajar menulis,
Dimateri keempat bersama bu Noralia.

Tersengat pipi si Lilis,
Bu Ilah duduk terpaku,
Makin semangat aku menulis,
Mimpi karya ilmiah menjadi buku.

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Masih semangat menulis?
Makin doong..💪😉

Alhamdulillah sampailah pada materi keempat di kelas belajar menulis online bersama PGRI, dengan tema ‘Menulis Buku dari Karya Ilmiah’ oleh narasumber hebat luar biasa, ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Berbicara masalah karya ilmiah, diantara kita pasti pernah membuat karya ilmiah.

Dan apa itu karya ilmiah?
Mari kenali sejenak apa itu karya ilmiah, Karya ilmiah adalah karangan yang memaparkan pendapat, hasil pengamatan, tinjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan, bersantun bahasa, dan isi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Jenis karya ilmiah:
Selanjutnya menurut pemaparan beliau, ada beberapa jenis karya ilmiah yang mungkin sudah tidak asing lagi diantara kita, yaitu: skripsi, tesis, PTK, disertasi dll.
Bagi yang lulusan S1, pasti pernah berjuang dengan yang namanya skripsi.
Bagi yang melanjutkan pendidikannya lagi ke jenjang S2, akan meningkat lagi jenis karya ilmiahnya yaitu membuat tesis
Lalu setelah menjadi guru, kita diberikan tuntutan untuk membuat satu jenis karya ilmiah lagi yakni PTK

Lantas apa tujuan dari membuat karya ilmiah?
Misalkan bagi yang sedang kuliah S1, S2 atau S3. Tujuannya semata hanya untuk memenuhi prasyarat agar dapat lulus dan mendapatkan gelar, selebihnya jika sudah disidangkan atau telah dilakukan penilaian, KTI sudah pasti dibiarkan tergeletak begitu saja di rak Perpustakaan atau bahkan di gudang, mmm… sungguh miris sekaligus menyedihkan ya 😢

Laluuu manfaat dari karya ilmiah itu sendiri apa ya?
Mari kita kenali, subhanallah dari pemaparannya beliau di atas kita dapat simpulkan bahwa manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu saja.
Padahal, jika kita mengingat perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan KTI tersebut, tentu tidak sedikit pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikan KTI sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Sama halnya bagi yang sedang atau sudah pernah menulis PTK ataupun best Practice, setelah laporan PTK dibuat, dikumpulkan ke penilai angka kredit, laporan tersebut biasanya hanya akan disimpan oleh penulis sendiri. Jika beruntung, laporan PTK itu bisa terpajang di perpustakaan sekolah

Lantas dengan perjuangan yang begitu berat dan panjang tersebut, apakah rela jika hasil perjuaangan kita hanya berakhir di rak perpustakaan saja? dan tentu tidak bisa bermanfaat bagi khalayak yang lebih luas!! Tentu kita gak rela kan?
Yang lebih penting adalah muatan data dan temuan-temuan yang terdapat dalam sebuah KTI sudah barang tentu merupakan sebuah rangkaian informasi penting dan dapat bermanfaat bagi pemecahan persoalan faktual yang sedang dihadapi di lapangan.
Tentu sangat disayangkan apabila informasi dan data penting tersebut hanya tergeletak begitu di perpustakaan dan tidak bisa tersampaikan kepada masyarakat luas, terlebih dapat dinikamati oleh masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan solusi nyata.

Laluuuu apa ya solusinya?
Nah, ada satu solusi yang dinilai lebih memberikan banyak manfaat, yaitu mengubah nya menjadi BUKU.

Mari kita intip sejenak beberapa manfaat karya ilmiah VERSI BUKU dibawah ini:
📌Dapat dibaca oleh masyarakat awam
📌Buku dapat diperjualbelikan,,jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh
📌Bagi bapak ibu ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, bapak ibu jugaakan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui 🤗😉
📌Jika buku kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri.
📌Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi BUKU.

 

Salam Literasi 🙏🙏

 

 

 

Lia Y.

Ciamis, 30 Januari 2022

Tinggalkan Balasan

1 komentar