MENYIMAK artikel berjudul “7 Perbuatan yang Akan Menyebabkan Masuk Neraka,” yang dimuat Situs Republika.Co.Id, (Ahad, 26/04/ 2020) lalu mungkin ada kekhawatiran juga di hati kita. Tulisan, dengan menyitir hadits dan ayat-ayat alquran, itu menjelaskan beberapa tindakan dan perbuatan kita yang dapat menyeret kita ke dalam neraka. Boleh jadi kita lihat banyak amalan dan tindakan yang bisa mengarahkan kita ke dalam neraka. Amalan tersebut beberapa di antaranya sangat familier dan kita temukan dalam kehidupan sehari-hari kita.
Di bulan baik dan mulia, Ramadhan ini selayaknya perlu kita ulang-ulang pemahaman kita tentang perbuatan dan amalan yang dapat menjerumuskan kita ke neraka seperti dijelaskan artikel itu. Bagaimanapun, target mulia kita di bulan mulia ini adalah bagaimana dosa-dosa kita dapat diampuni-Nya dan golnya sebagai orang bertakwa akan mengantarkan kita ke dalam syurga, tidak sampai rusak-binasa tersebab ulah tindakan dan perbuatan itu.
Tulisan ini menguraikan ada tujuh perbuatan yang akan menyeret kita ke dalam nerakan jika kita melakukannya. Tindakan apa saja yang boleh jadi akan menyeret kita ke dalam neraka sebagaimana dijelaskan alquran dan atau hadits itu?
Pertama memakan harta riba. Allah Swt berfirman, “ …orang yang kembali (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al Baqarah : 275). Nauzubillah. Janganlah kita melakukannya.
Kedua, memakan harta anak yatim. Entah disadari atau tidak ada orang yang melakukan perbuatan ini. Allah sudah menegaskan, “Sesungguhnya, orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS An Nisa’: 10). Semoga Allah jauhkan kita darinya.
Ketiga, meninggalkan sholat. “Pada hari saat betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud, maka mereka tidak kuasa (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan, sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud dan mereka dalam keadaan sejahtera.” (QS al-Qalam: 42-43).
Keempat, suka menggunjing. Kata Allah, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purbasangka karena sebagian dari purbasangka itu dosa. Dan, janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan, bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS al-Hujurat: 12).
Kelima, pemimpin yang menipu rakyatnya. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang diberikan urusan oleh kaum Muslimin (sebagai pemimpin), lalu ia mengeksploitasi kekayaan mereka, kebutuhan mereka, kesulitan mereka, dan juga kemiskinan mereka niscaya Allah akan menghalanginya pada hari kiamat dari kekayaannya, kebutuhannya, kesulitannya, juga kemiskinannya.” (HR Abu Dawud).
Keenam, melakukan tindak korupsi. Kata Allah, “Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS Ali Imran: 161). Ya, Allah lindungilah kami darinya.
Ketujuh berlaku kikir. Rasulullah bersabda, “Peliharalah diri kalian dari kezaliman karena itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Peliharalah diri kalian dari kekikiran karena akan menjadikan umat sebelum kalian binasa. Kekikiran menjadikan mereka mudah menumpahkan darah dan menghalalkan semua hal yang dilarang Allah.” (HR Muslim).
Boleh jadi masih ada tindakan dan perbuatan lain yang berpotensi akan menyeret kita ke dalam neraka. Tentu saja sebaiknya kita gali dan kita pelajari terus isi kandungan alquran yang berkaitan dengan ini. Keliru perbuatan karena segan belajar juga akan mendatangkan mala petaka.
Sisa Ramadhan yang tinggal beberapa hari saja lagi, ini kiranya dapat kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan perbuatan (ibadah) terbaik yang akan mengantarkan kita ke dalam syurga. Jangan sampai sebaliknya, kita justeru menajdi orang yang merugi dalam puasa kita tersebab tindakan dan perbuatan kita yang salah. Bukankah Nabi mengingatkan bahwa betapa banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan sekadar haus dan lapar saja. Nauzubillah!***










