
Rezeki itu tidak selalu uang, Mempunyai sahabat virtual yg selalu bertemu di komunitas guru penulis dan bisa bersinergi membuat karya bersama, juga rezeki dari Allah, Bagaimana mungkin belum bersua tetapi layaknya soulmate, kalau tidak karena kuasa Allah. Selain itu kita juga beberapa kali satu frame webinar online. Masitah Nainggolan atau nama aslinya Chrisma Juita Nainggolan, seorang mualaf, yg suara emasnya dulu banyak diisi menyanyi sekarang lebih kepada senandung kalimat Al Quran dalam setiap webinar. Akhirnya kita bisa punya proyek bersama menulis seorang yang selama ini aku panggil abang. Ada banyak tulisanku tentang abang yang aku tulis di Blogku ( blogger.com , sagusapop.blogspot.com , wordpress.com) dan beberapa blog milik komunitas guru penulis seperti gurusiana dan YPTD.
Berawal cerita sahabat virtualku Chrisma Juita Nainggolan, Dalam ceritanya ia mengatakan kalau setiap kumpul bersama guru guru se Sumatera Utara ia merasa minder karena Labura, daerah di SumUt tempatnya mengajar di SMA Negeri 1 Labura selalu dikatakan daerah tertinggal dalam pendidikan. Spontan aku bilang, loh Chrima , aku punya abang , namanya Ramlan Tambunan ( Ir. Ramlan Tambunan M.Sc. ) seorang mantan Rektor UNA Kisaran Sumut dan mantan Rektor ITM Medan. Setelah kuliah di Universitas Sumatera Utara, abang mendapat beasiswa dari Universitas Kebangsaan di Malaysia. Selama kuliah disana, abang juga menjadi dosen tamu…… Nextnya
Semoga buku ini bisa kata Chrisma bisa untuk mematahkan pendidikan Labura yang saat ini nomor dua terbawah di Sumut. Abang ku adalah Icon putra Labura yg sukses. Terus terang susah menulis dengan seorang yg rendah diri. Abang tidak suka dipuji puji. dek , Abang malu, masih banyak yang lebih sukses dari abang, itu selalu yang diucapkan berulang-ulang.
Terimakasih abang sudah mengizinkan kami berkarya melalui buku Autobiografi Ir. Ramlan Tambunan M.Sc , Putra Labura.
Madame Heddy for Ir. Ramlan Tambunan MSc Putra Labura















