26. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN

KMAB, Literasi, Pantun1457 Dilihat

Membeli bawal di atas jeti,

Beli bersama gelama dan tetuka,

Berdoa saja dalam hati,

Agar bertemu jua suatu ketika.

 

Gubah hiasan buat hantaran,

Merisik adinda pujaan aduka,

Kalau suratan jadi aturan,

Bersua juga suatu ketika.

 

Sarang tempua di dahan jati,

Anak kuda kencang berlari,

Kalian telah ada di hati,

Walau baru kenal beberapa hari.

 

Pohon palas tinggi menjangkau,

di Pulau Jerjak tiada berumah,

2019 liburan ke Riau,

Cari jejak makam Tun Fatimah.

 

Angin menderu di senja lewat,

Kulihat anak santai berdendang,

Di Pekanbaru kami melawat,

Makanan enak tokonya gadang.

 

Dekat pangkin bergurau manja,

Usik menghadap sahabat karib,

Hari semakin beranjak senja,

Mari bersiap sejadah Maghrib.

 

Petik seroja berkawan karib,

Sampai ke hulu pergi meramu,

Rembang senja tanda akan maghrib,

Kuundur dulu nanti lagi ketemu.

 

Malam gelap rembulan indah,

Mari bersama tuju istana,

Undur sekejap beramal ibadah,

Tiang agama bekal ke sana.

 

Pulau terpencil pulau kasmat,

Rakyat pegang tradisi kuat,

Seharian tak buka dasmat,

Ratusan pantun hebat terlewat.

 

Di tengah laut berlayar panglima,

Gagah nakhoda naungi lasykar,

Semakin berpaut menguntum sukma,

Sebumbung arena kerjaya dilakar.

 

Isaplah rokok linting tembakau,

Oleslah tanah dan juga lempung,

Abang @Asrul Kepri Dimana dikau?,

Sudah ditunggu emak sekampung.

 

Malam indah saat Purnama,

Nyanyi indah gemersik bambu,

Cik Rokiah entah kemana,

Pantun indahnya siap ditunggu.

 

Gugur berangan tepian lempuyang,

Daunnya layu selerak di laman,

Bersedih jangan Asmaku sayang,

Pautlah jiwaku terasa aman.

 

Sebrangi pulau lewati selat,

Naikklah kapal harap dituntun,

Abang @Asrul Kepri baru selesai salat,

Sekarang apakah siap berpantun?

 

Pemuda Pasai menjamah pulasan,

Tepian perigi bercanda si dara,

Ingin dilangsai banyak urusan,

Sebentar lagi bersua bicara.

 

Dari Semarang ke kota Jogja,

Jangan lupa singgah ke Demak,

Lebih baik menyimak saja,

Tak berani balas pantun emak-emak.

Tinggalkan Balasan