Day 16 Belajar Melihat Hidup dari Sisi yang Lebih Terang

Catatan Ramadhan

Ramadhan14 Dilihat

pexels-fauxels-3184418 

pexels-fauxels-3184418

Ramadhan: Hari-Hari yang Menenangkan Hati

Day 16 — Belajar Melihat Hidup dari Sisi yang Lebih Terang

Hari keenam belas Ramadhan menghadirkan satu renungan sederhana yang berawal dari sebuah video yang dibagikan oleh sahabat saya dari Gunung Kidul.

Dalam video tersebut disampaikan bahwa orang yang benar-benar bahagia tidak selalu mengeluh dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih banyak bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang dimiliki. Ketika mengalami kegagalan, mereka tidak terus-menerus menyalahkan keadaan.

Saya merasa sepakat dengan pesan yang disampaikan dalam video tersebut.

Dalam banyak pengalaman hidup, saya melihat bahwa orang yang berhasil biasanya lebih fokus kepada hal-hal yang positif. Waktunya digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat, mencari solusi dari setiap persoalan, dan berusaha menjaga pikirannya tetap jernih.

Mengeluh mungkin manusiawi. Namun jika terlalu sering dilakukan, keluhan justru membuat langkah hidup terasa semakin berat.

Sebuah kalimat sederhana terlintas di hati saya:

“Orang yang kuat bukan yang tidak pernah gagal,
tetapi yang tetap bersyukur sambil mencari jalan keluar.”

Karena merasa pesan video itu baik, saya kemudian membagikannya kembali ke beberapa grup percakapan yang berbeda. Namun seperti yang dapat diduga, tidak semua orang memiliki pandangan yang sama.

Ada yang berpendapat bahwa orang yang kaya atau sangat berkecukupan memang mudah berbicara tentang kebahagiaan, karena mereka tidak merasakan kesulitan hidup yang berat.

Saya memahami bahwa setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Namun dalam hati saya juga merasa bahwa kebiasaan mengeluh justru dapat membuat seseorang semakin terjebak dalam kesedihan.

Bersyukur tidak selalu berarti kita memiliki segalanya. Bersyukur sering kali berarti menerima apa yang ada dengan hati yang lapang sambil tetap berusaha memperbaiki keadaan.

“Mengeluh membuat langkah terasa berat,
bersyukur membuat hati menemukan jalan.”

Di hari yang sama, saya juga sempat menonton sebuah diskusi di televisi yang membahas situasi perang antara Iran, Amerika, dan Israel. Dalam diskusi tersebut juga dibicarakan mengenai keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian dunia melalui peran dalam berbagai forum internasional.

Pembahasannya sangat menarik bagi saya karena membuka wawasan tentang politik luar negeri dan diplomasi internasional. Dari diskusi itu terlihat betapa pentingnya peran seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan yang berdampak besar bagi kehidupan rakyatnya.

Perang selalu menyisakan penderitaan bagi masyarakat yang tidak bersalah. Mendengar dan melihat berita seperti itu membuat hati saya merasa kasihan kepada rakyat yang harus menjalani kehidupan di tengah konflik.

Dalam doa yang sederhana, saya berharap semoga peperangan segera berakhir dan kedamaian dapat kembali hadir.

Dari berbagai peristiwa kecil di hari ini—sebuah video, perbedaan pendapat, hingga berita dunia—saya kembali diingatkan bahwa hidup akan terasa lebih ringan jika kita belajar mengurangi keluhan dan memperbanyak rasa syukur.

Ramadhan seakan mengajak kita untuk melihat hidup dengan lebih jernih.

Self Reminder Day 16

Melihat hidup dari sisi yang lebih terang,
bersyukur atas apa yang dimiliki,
dan tetap berharap dunia dipenuhi kedamaian.

 

Jonggol, Jumat  6 Maret 2026

Nani Kusmiyati

Pecinta Literasi

 

Tinggalkan Balasan

News Feed