Konsistensi yang Mulai Terasa Ringan

Catatan Ramadhan

Ramadhan15 Dilihat

Jigsawscapes

Ramadhan: Hari-Hari yang Menenangkan Hati

Day 10 — Konsistensi yang Mulai Terasa Ringan

(Catatan Ramadhan)

Hari kesepuluh Ramadhan terasa datang lebih cepat. Puasa seakan berjalan tanpa banyak terasa—mungkin karena tubuh sudah terbiasa, mungkin juga karena hati mulai menemukan ritmenya sendiri. Tubuh terasa lebih ringan, bukan semata karena perubahan fisik, tetapi karena penerimaan yang semakin utuh.

Sahur hari ini diisi dengan sate daging yang dibeli setelah berbuka. Tidak banyak—dua tusuk sate saja sudah terasa sangat mengenyangkan, ditemani sedikit nasi. Seperti biasa, teh manis panas setia menemani, hampir di setiap sahur dan berbuka. Setelah sahur, saya mencicipi beberapa kue nastar—sekadar menikmati rasa manis kecil sebelum hari dimulai.

Putra saya berangkat piket di hari Sabtu. Setelah ia pergi, saya mengisi pagi dengan mendengarkan ceramah agama dari berbagai channel televisi. Beberapa ustadz membahas nasihat hati—tentang mengingat kematian agar kembali pada cahaya Ilahi, serta tentang hal-hal yang dapat menerangi langkah di dunia agar bahagia di akhirat. Saya mendengarkan pelan-pelan, membiarkan setiap kalimat menetap di hati.

Ada kabar gembira. Putra saya ternyata diangkat menjadi pegawai tetap di sebuah universitas swasta. Ia tidak memberi tahu saya. Seperti kebiasaan setelah ia berangkat bekerja, saya masuk ke kamarnya untuk merapikan. Di sana, saya melihat sebuah amplop panjang berwarna coklat. Rasa penasaran membuat saya membukanya. Saat itulah hati saya bergetar.

Syukur saya panjatkan kepada Allah SWT—yang telah mewujudkan doa dan mimpi saya sebagai seorang ibu. Nikmat dan keberkahan terasa begitu nyata hari ini.

Doa saya untuknya sederhana, namun tulus: semoga ia senantiasa sehat, sukses, dan bahagia—dalam lindungan Allah di setiap langkahnya.

Hari kesepuluh ini mengajarkan saya bahwa ketika konsistensi dijaga dengan sabar, Allah menghadiahkan kelegaan yang tidak disangka-sangka.

 

Jonggol, Sabtu, 28 Februari 2026
Nani, pecinta literasi

 

Self Reminder

“Ketika ibadah dijalani dengan konsisten, hati belajar ringan tanpa diminta.”

“Doa yang lama dipeluk seorang ibu, Allah jawab dengan cara terbaik.”

“Syukur adalah cahaya yang membuat nikmat terasa cukup dan berkah.”

 

Tinggalkan Balasan