RINDU BERTEMU

Terbaru239 Dilihat

RINDU BERTEMU

Sosok yang aku rindukan adalah kakak-kakakku di Jawa Timur. Mereka tinggal di Kota yang berbeda, di Surabaya, Kalimantan Barat, Gresik dan Kertosono. Aku merindukan mereka semua. Melalui tulisan ini aku ingin sampaikan rasa rinduku kepada mereka karena ingin rasanya aku segera berada ditengah-tengan mereka, namun pandemi tidak segera berakhir. Bahkan lebaran ini ada larangan untuk pulang kampung. Yang aku bisa lakukan hanya menghibur diri. Menelpon, whatsApp, dan video call mereka sudah menjadi langganan setiap malam setelah sholat Isya.

Kakak-kakakku yang baik hati dan sangat aku sayangi, semenjak pandemi ini datang, dan semenjak mas Budi sakit hingga meninggal, kita tidak bisa bersua. Jika aku menghitung, sudah empat tahun lamanya. Kesibukan kita masing-masing dan kondisi yang tidak bersahabat yang memisahkan kita tidak dapat bertemu. Bagiku bisa berkumpul dengan kakak-kakakku sebagai pengganti ayah ibu adalah suatu kebahagiaan.

Sepiku saat ini telah mulai kutepis saat aku dapat menulis setiap hari satu artikel, juga membuat bahan ajaran untuk mengajar seminggu sekali di Seskoal. Aku juga mulai fokus membantu skripsi mas Galaxy dan melanjutkan revisi disertasiku yang tertunda. Aku merasa waktu berlalu begitu cepat karena aku juga ingin memiliki buku keduaku. Buku pertama telah terbit, banyak siswa-siswaku yang membeli dan banyak teman-teman yang meminta gratis. Aku cukup senang jika mereka menghargai buah karyaku.

Kakakku, aku bertemu dengan orang-orang baik yang membantuku mewujudkan terbitkan buku secara gratis, bapak H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si. Beliau adalah Ketua Umum YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan). Aku juga memiliki guru blogger yang mengajakku untuk mulai belajar membuat blog dan menulis, om Jay sapaannya. Beliau guru blogger yang sederhana dan selalu memotivasi.

Aku juga belajar dari The Writers asuhan om Bud (Budiman Hakim) dan Kang Asep. Mereka mengajarkan menulis yang unik seperti copy writing, cerpenting (cerpen tidak penting), creative attitude dan masih banyak lagi. Aku juga bertemu group Berkarya Dalam Aksara, awal aku menulis pentigraf (cerpen tiga paragraf). Aku tidak bisa sebutkan satu-satu yang telah mengajariku menulis juga sahabat literasiku. Mereka semua menghiburku ketika aku merindukan kakak-kakakku.

Aku hanya berdoa di tahun ini, 2021 aku bisa langsung bertemu kakak-kakakku semua dalam suasana sehat dan bahagia. Aku ingin melepas kerinduanku untuk makan, ngobrol dan travelling bersama. Amiin.

Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M., CTMP.

Jonggol, 26 April 2021

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar