Darah Dagingku Adalah Wartawan, Haji Harmoko Dalam Kenangan

100 HARI WAFATNYA PAK HAJI HARMOKO — atau lengkapnya H. Harmoko bin Asmopawiro — wafat Minggu 4 Juli 2021, hari ini adalah acara Tahlil Do’a 100 hari wafatnya mantan Menteri Penerangan, mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus pemilik grup media Pos Kota.

Insha Allah, keluarga dari mantan Menteri Penerangan, mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum Partai Golkar era Orde Baru tersebut akan menggelar acara Tahlil Do’a melalui Zoom. Alfatihah buat beliau.

Wartawan Nur Terbit
Tahlil dan Doa 100 hari wafatnya Pak Harmoko, pendiri dan pemilik koran Pos Kota (repro Nur Terbit)

Terkait dengan wafatnya beliau, banyak teman dekat Pak Harmoko merasa kehilangan. Terutama tentu saja kalangan wartawan (baik yang seangkatan beliau maupun para yunior), termasuk sesama elit politik seperti Zainal Bintang, mantan anggota DPR RI Komisi 1 dari Partai Golkar.

Mereka menulis catatan kenangan yang amat berkesan semasa hidup Pak Harmoko, lalu bertebaran tulisan tersebut di berbagai media. Nah, dengan inisiatif sendiri, saya yang juga bekas anak buah Pak Harmoko — baik sejak masih koresponden Koran Harian Terbit/Pos Kota di Makassar maupun setelah bergabung di Jakarta — akhirnya berhasil mengumpulkan sejumlah tulisan tersebut mengenai Pak Harmoko.

Kumpulan tulisan para wartawan senior dan yunior tersebut, sudah saya “jahit” dan “rangkai” dalam bentuk satu buku sederhana — yang kini sedang dalam proses draft. Rencana akan diterbitkan oleh penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD), Insha Allah tahun 2021 ini. Desain cover bukunya digarap oleh Bang Aji Najiullah Thaib (Ajinatha).

Rencana judul bukunya : “DARAH DAGINGKU ADALAH WARTAWAN — H. Harmoko Dalam Kenangan” (seperti contoh cover buku terlampir). Judul buku dikutip dari salah satu judul artikel yang ada di dalam buku kumpulan tulisan kenangan ini.

Seperti diketahui, jargon “Darah Dagingku Adalah Wartawan” adalah ungkapan testimoni Pak Harmoko dalam sambutan pertamanya, saat dilantik oleh Presiden Soeharto sebagai Menteri Penerangan dari unsur profesi wartawan. Atau jurnalis kedua jadi pejabat negara setelah Wapres Adam Malik.

Wartawan Nur Terbit
Cover buku Pak Harmoko, digarap Bang Ajinatha (repro Nur Terbit)

Selain Bang Zainal Bintang, sejumlah 20-an wartawan senior menyumbangkan tulisan. Antara lain Wina Armada Sukardi Pepih Nugraha James Novak Luhulima Ilham Bintang Ramly Amin Tebe Adhi Syahdanur Dasman Djamaluddin Joko Lestari Teguh Imam Suryadi Nelson P Siahaan Andi Setiono Mangoenprasodjo dan lain-lain. Tentu saja, termasuk tulisan saya sendiri sebagai kenangan 34 tahun bergabung di koran Pak Harmoko.

Mohon doanya, semoga penerbitan buku tersebut lancar. Amiin #nurterbit

Wartawan Nur Terbit
Berita duka Pak Harmoko di koran Pos Kota (repro Nur Terbit)

Tinggalkan Balasan