
Selamat siang sobat,
Sejak jelang subuh pagi tadi, hujan rintik sudah mengguyur rumah saya dan hingga saya menulis artikel ini, hujan masih saja turun.
Hujan memang membuat udara menjadi lebih sejuk dan cenderung dingin dan biasanya kita enggan rasanya untuk beraktivitas. Itulah yang saya alami pagi tadi. Setelah sarapan dengan sepotong roti dan secantkir teh hangat lalu saya kembali naik ke atas ranjang menikmati sejuknya pagi yang alami yang masuk dari jendela kamar yang terbuka, bukan udara sejuk dari hembusan AC. Jadilah saya sebagai kaum rebahan .. hehehe ..
Sempat tertidur sejenak dan bermimpi pulak. Mimpi adalah bunganya tidur, begitu kata banyak orang. Mimpi saya pun termasuk mimpi keren karena di dalam mimpi, saya tengah solat Jum’at di sebuah masjid duduk berdampingan dengan Tito Karnavian. Sobat pasti tau, siapa sosok Tito Karnavian ? Beliau adalah Menteri Dalam Negeri RI. Di dalam mimpi itu, saya sempat bercakap cakap dengan beliau.
Di alam nyata, saya tidak pernah bertemu dengan pak Tito Karnavian. Mimpi memang segalanya bisa terjadi, hehehe ..
Namun mimpi saya terputus karena saya terbangun ketika mendengar suara ramai orang berbicar yang ternyata istri saya tengah melakukan webinar di iPadnya.
Sementara itu hujan rintik masih saja turun. Timbul rasa cemas dalam diri saya karena yang kerap terjadi di Perumahan saya bila hujan turun berkepanjangan bisa berujung petaka yaitu banjir yang membuat jalan di depan rumah sudah seperti sungai dengan arus yang cukup deras.
Kejadian banjir terakhir yang cukup besar terjadi di awal tahun 2020 atau tepatnya di tahun baru, tanggal 1 Januari 2020. Sehari sebelumnya, hujan turun berkepanhangan sejak siang hingga pagi hari tanggal 1 Januari 2020. Sekitar ham 07.30 pagi, sungai dan setu yang berada dekat Perumahan saya tak mampu lagi menampung debit air dari curah hujan yang terus turun meskipun hanya rintik rintik saja.
Air pun meluap ke jalan jalan terutama yang berada di daerah rendah dan banyak rumah sudah mulai terendam air. Beruntung letak rumah saya agak tinggi sehingga air hanya merendam carport hingga separuh ban mobil saya ikut terendam.
Sekitar jam 10.00, air mulai surut berbarenran dengan berhentinya hujan di sekitar rumah saya.
Peristiwa yang sama juga pernah terjadi di malam takbiran tahun 2013 bahkan saat itu air tinggal beberapa centi meter akan masuk ke dalam rumah. Beruntung, tembok pembatas Perumahan di blok depan runtuh akubat tekanan debit air kemudian air pun bergerak masuk ke dalam sungai yang berada di belakang tembok pembatas.
Dan seketika itu juga air yang menggenangi jalan depan rumah saya surut.
Mudah mudahan hujan rintik yang masih turun hingga siang ini segera berhenti dan apa yang saya cemaskan tidak terjadi.
Sobat, saatnya saya undur diri.
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 16 Juli 2022








