27. PUISIMU 11
Serpihan
Peluru dilontarkan
Penyakti dimasukkan
Pintu-pintu siap dibuka
Aku tak perduli lagi akan kenyataan yang melandaku,
Setiap emosi melahirkn perbuatan,
Setiap kenyataan melahirkan emosi,
Aku hanya bisa diam dan bersabar,
Dalam menjalani kenyataan……………
Dalam melakoni sandiwara,
Sandiwara yang tak pernah akan ada putusnya,
Dalam naungan malam dan gelapnya kehidupan maya,
Aku tak mampu lagi menatap matahari,
Hanya bisa menatap rembulan,
Rasa malu mulai muncul dan aku mulai menuai kehidupan,
Semoga saja tak jauh dari kenyataan……
PUISIMU 12
Puisi Pribadi
Hampir termakan emosi,
Hampir terbelenggu pada situasi,
Hampir termaki karena amarah,
Tapi semua dapat kujalani dengan lancar dan terukir di otakku dengan manis,
Tanpa ada satu tembokpun yang menghalangi di tengah padang pasir yang suram sunyi,
Aku berdiri sendiri di tengah gurun pasir yang suram
Mencari jati diri di tengah ombak yang terjal
Memberi kehidupan
Dan menuai kesengsaraan
Melakukan apa yang tak seharusnya kulakukan
Memberi apa yang tak seharusnya kuberi
Menanggung apa yang tak seharusnya kutanggung
Merapikan apa yang tak seharusnya kurapikan
Merangkul apa yang tak seharusnya kurangkul
Aku si manusia mistery
Sudah cukup merasakan perih..
Yang sangat mati tak terperi… hhh
Aku tak takut dengan keadaan dan cinta……..
Aku tak sudi dengan kebobrokan sesaat………..
Aku tak takut dengan keragaman……….
Aku tak takut dengan penonton yang bersorak……..
….. Biarkan saja semua bekerja dengan sendirinya.
PUISIMU 13
Entahlah apa yang terjadi bila terus-terusan begini…………
Sudah aku perkirakan…. banyak orang terdekat yang terpengaruh, sehingga aku tak dapat berkata lagi………….
Berbagai macam kebobrokan birahi dunia, aku merasa lelah dengan semua yang berbau peniruan dan ditiru
Rasanya ingin bebas seperti dulu lagi, dan meninggalkan segala kesombongan di hati yang bersarang sangat dalam dan sulit dilihat.
Pernah terjadi suatu hal yang unik, aku melihat diriku seperti bunga yang sudah layu, sangat layu terlihat dari pakaian dan wajahku.
Tapi kutekankan to myself bahwa semuanya pasti akan musnah. Semua ilmu pengetahuan dan teknologi makin canggih dan gadis-gadis menjadi semakin brutal
Laki-laki jual mahal semuanya bersatu menjadi soap jaman
Aku berbicara pada diriku sendri mengapa aku begini, mengapa aku begini…….
Mengapa aku selalu merasa dikuntit, mengapa aku merasa akulah juru selamat
Tapi selalu kesiangan, semua penderitaan itu pasti akan ada hikmah
Rasanya aku ingin menjadi diriku sendiri lagi
Rasanya aku sudah sangat muak seperti dibaca pikirannya
Rasanya semua menunggu tulisanku
Rasanya semua berpaling dan menggerutuku dengan ketidaksenangannya
Rasanya setiap apa yang aku pikirkan selalu terbaca orang dan dicontoh
Rasanya permainan ini selalu ada pada waktu aku ingin bersyukur dan tiba-tiba menguap
Tapi tampaknya aku tahu rahasianya mungkin aura tegangku terdengar sampai ke puncak himalaya/planet lain
Ingin rasanya bebas dari segala pikiran bobrok, tapi sebelum itu harus kupelajari dulu sampai tuntas setuntas-tuntasnya, sampai sangat tuntas amiin ya Allah SWT.
Tak perlu dibaca (Kahfi)




