40. PUISIKU 2
Mendung Beringsut Pergi
Jika mendung telah beringsut makin menjauh
Tetesan hujan di pelataran telah mengering
Bukalah daun jendela jiwa dan hatimu, anakku
Selamat tinggal keresahan, kegelisahan, kecemasan
Lihatlah matahari mulai mengintip dengan sinar semakin cerah
Mari kita telusuri jalan-jalan berdebu di Cappadocia
Yang penuh dengan bukit-bukit batu yang runcing
Melambaikan tangan mengajakmu bangkit, lets go man…
Lets fly to the blue sky….
With the colorfull seagulls…
See a variety of beautiful sea animals…
Pasir putih terhampar laksana kejernihan hatimu di masa lalu
Sebelum orang-orang itu menutup matamu dan membawamu entah kemana
Maafkan mereka, kita maafkan, semua tinggal kenangan
Allah mengizinkan semua yang terjadi untuk ujian kenaikan kelas kita
Pohon kelapa menjulang menggapai langit melenggang penuh makna
Wajah-wajah Asmaul Husna, Maha Agung, Maha indah, Maha Penyayang
Ujian itu selangkah demi selangkah telah kita lewati
Begitu banyak makna dan hikmah yang dapat kita tangkap dan tebarkan
Kau aku dan kita semua lulus ujian cumlaude, In Sya Allah
Lalu doronglah perahu dan dayunglah dengan semangat baru
Laut biru ombak tenang dan angin sepoi-sepoi membelai rambuthelai demi helai
Cakrawala pengabdian telah menunggumu dengan senyum terindah
Mawar mencintai keindahan dirinya, cintailah sayangilah pula dirimu
Cintai dan sayangi keluargamu, lingkunganmu, bangsa dan negaramu
Mereka dengan sabar menanti uluran tanganmu
Awan telah beringsut pergi, makin menjauh
Alhamdulillah…..
PUISIKU 3.
Bidadari Ada di Hatimu
Tak perlu kau cari-cari lagi bidadari
Mereka ada dihatimu
Tatkala jiwamu telah jernih dan saraf di kepalamu telah mengalir dengan baik
Tunggu saja, mereka akan datang dan bermain riang dihatimu
Tinggal kau pilih jika ada yang tulus dalam keikhlasanmenemanimu
Dalam lorong pengabdian dan berbagi cinta pada sesama
Jika tak kau temukan cinta yang murni, lebih baik kau tenang hidup sendiri
Anakmu sangat membutuhkan uluran kasihmu
Lebih baik segera kau usir segala godaan yang hanya akan merusak dirimu dan anakmu
Tak ada susahnya kau terus minum vitamin-vitaminmu
Mereka telah ditakdirkan menyatu dalam kehidupanmu
Jangan pernah dilupakan itu, jangan pernah diabaikan lagi nak
Pelan-pelan itu nanti dikurangi atas petunjuk ahlinya
Jika lalai, Dajjal akan datang kembali dan menguasai jiwa ragamu
Masih ingatkah kau bagaimana wajah mereka yang menakutkan membawa pedang tajam
Kau ingin jadi ksatria bermata merah menantang dengan pedangsepanjang apapun itu
Namun tenagamu kala itu masih lemah, tak seimbang bak bumi dan langit
Sehingga kau berkali-kali, jatuh tersungkur….
Kini kau telah benar-benar tahu
Bahwa pedangmu adalah vitaminmu
Mereka akan lari terbirit-birit ketika melihat pedang kehidupanmu, tanpa perlu diayunkan
Pedang itu siap siaga mengusir kuntilanak drakula jin sebagainya itu
Sarafpun terurai lembut perlahan mengikuti jati dirinya
Wajahmu kembali bening, sebening kolam mata air pegunungan
Bidadari-bidadaripun hinggap bermain di kolam bening hatimu
Tak ada lagi yang perlu kau resahkan, tak ada lagi ketakutan
Perahumu akan terus berlayar tenang diiringi camar-camar
Tubuhmu kuat, tanganmu semakin kokoh mengayun dayung
Pandangan ibu mengikutimu dalam doa bersama hembusan angin laut
Sampai kau tiba di pelabuhan bahagia dirimu, takdirmu
Meski hidup sendiri, tapi kau tidak akan pernah sendiri, Allah bersamamu
Puisi-puisi yang kau buat kala itu, kini telah ibu tayangkan
Seburuk apapun itu, seindah apapun itu
Semua itu sangat berarti dalam ukiran sejarah kehidupan kita
Tak perlu kau sibuk mencari bidadari, mereka ada di hatimu.
PUISIKU 4.
Matahari Esok Menyambutmu
Bersama kita akan telusuri Piramida Agung Giza
Dengarlah merdunya suara anakmu bersholawat memanggil junjungannya
Allahumma Shalli ‘ala Sayyidina Muhammad…
Suaranya melengking sampai ke puncak piramid tertinggi itu
Lalu turunlah tetesan air hidayah yang kita reguk penuh nikmatdi kerongkongan
Pertanda limpahan kasih sayang Allah, melebihi kasih sayangkuyang tiada artinya ini
In Sya Allah… jika berkah umur menghampiri ibu
Jika pedangmu telah mampu mengusir atau membunuh dajjal-dajjal itu
Dan mereka tak ada keberanian lagi menghampiri dan mengganggumu
Kita akan terbang bersama dan turun mengelilingi Ka’bah kembali
Lalu gurun pasir berkabut, rumput kering layu, domba-domba tertawa menyambut
Meski tak ada rumput hijau, mereka tetap sehat dan riang gembira
Meski tak ada bidadari atau bidadara
Berjuanglah, ciptakan sendiri bahagia tak harus ada mereka
Kita selalu dapat menikmati senda gurau kehidupan yang akanbermakna setelahnya
Tak ada yang perlu dicemaskan lagi di pelabuhan ini
Matahari esok akan setia menyambutmu
Jika hari ini dianggap telah menjelang senja, biarkan senja ini berlalu, anakku
Lewati malam-malam dengan tenang dalam tidur lelapmu
Esok matahari bersama daun bunga merpati ikan kucing berzikir dan menyapamu
Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?
Ibu hanya ingin doamu, doa anak yang soleh…
Semoga anakmu juga menjadi anak yang soleh selalu mendoakanmu
Sukses dalam pengabdian kepada Tuhan, keluarga, nusa dan bangsa
Aamiin…..










