Celoteh Anak Pesisir Pulau ” TOBATKU “

TOBATKU

Oleh : Raja Zainol Afandi

 

Teriakan malam penuh mencengkam

Aku terus menatap asa kasih sayangNya

Dalam sendu mengadu taubat

bersama zahir batin yang tlah mengngikat erat

 

Tuhan

Yang Maha Tau

Hamba adalah rongsong rongsong jasad yang pucat

Jasat yang kian mengalir lumpur lumpur sesat

Hati yang kian derkil berbatu batu

Membungkal lari pada senyum peluk kasihMu

 

Tuhan

Yang Maha Pemberi,menerima ampunan

Aku datang dengan jiwa raga yang telah dititipkan

Teriak menangis memukau meminta harapan

Tuk terima tobat jiwa raga yang sengaja dilupakan

 

Tuhan

Yang Maha Baik

Tunjuki aku pada cermin yang datar

Membawaku melihat rupa yang tak datar

 

Tuhan

Yang Maha Bijak Sana

Sanakan ucapanku pada lantunan bahasa

tiada pahit

Sanakan hatiku pada niat tak terbolak balik

Sanakan langkah langkah tobatku

pada langkah tiada berseberangan

Sanakan pikiranku pada susunan tak menyangkal

Tak menyangkal semua gerak gerikMu

 

Tuhan

Yang Maha Melihat

Lihatlah tobatku yang ingin lari dari pukau memukau

tingkah lakuku yang sesat

Tak meraba pada hati pandangan kian jauh pada makrifatNya

 

Tuhan

Yang Menciptakan Tujuh Makna

Aku datang membawa harapan

Pada pingiran kain yang takku rasakan

menyambut simpuh tobatku

Bersama saksi malam beralaskan sajadah

Menatap kiblat tuk kembali pada pangkuan restuMu

 

Sanglar, 14 Juli 2022

 

 

 

Tinggalkan Balasan