Celoteh Anak Pesisir Pulau Sanglar 19 Juli 2022
Tajam Ke Bawah Tumpul Ke Atas
Oleh : Raja zainol afandi
Negeriku berteduh dalam payung hukum
Mengatur gerak laku kepribadian yang menyimpang
sesat tiada arah jalan
Ku lihat payung yang kembang
Tak mampu menutupi tetsan derasnya hujan
Masih saja hujan panas
atau hujan batu menguyur,menghantam
bahkan menikam tubuh tubuh lembut yang menjadi penyelimut
Ku coba untuk terus bersandar
pada payung payung yang kembang
Tapi
Masih saja hujan badai berdatangan menghantam
tiada pandang pada pusaka kinerja
tiada pandang pada sumpah dikala menjadi raja
dari segala raja
Ku terus kedipkan mata
merenung sejenak mencari pelindung diri
agar jauh dari cakaran tajinya yang tajam
Namun masih saja payungku tak mampu tuk membendung
Terikan panas kian menusuk nusuk
menikam pundakku
Ku merenung kembali
ku lihat pundaknya sama sepertiku
memikul janji dikala teriakan sumpah
tapi hanya sumpah pocong yang tiada ikatan limanya
Ku bertanya pada diriku sendiri
dimanakah payung negeriku
payung tiada kembang
Yang tancapan tajamnya turun kebawah
Namun lukanya tumpul ke atas
Aku galau dalam dekapnya harapan
yang terus menerkam deretan pundak pundak
lesu,lunglai tiada berdaya
Karena merka payung yang kian kembang
membalingkan pundak tiada pandang bulu
Pada hal pundaknya tlah terikat pada sumpah yang menyatu
masih saja tajam ke bawah tumpul ke atas








