Selasa tanggal 2 Agustus 2022,Wai menerima kiriman buku ke-50 Thamrin Dahlan 70 Tahun Rekam Jejak Literasi YPTD bersama Ayahnda Dahlan Iskan,dan Kawan-kawan. Buku yang Wai terima adalah buku pemula literasi Wai bersama orang-orang bijak. Wai berceloteh bersama orang-orang bijak di laman YPTD melalui tulisan untuk memberikan inspirasi,motivasi kepada orang lain. Wai merasa kebahagian yang tersemat pada kepribadian wai. Kebahagian yang teramat berharga dan mendalam. Pada kesempatan ini Wai mengngambil atau mengkonsumsi kata-kata bijak dari orang bijak yang akan menumbuh kembangkan juga menghasilkan suatu harapan.
Orang-orang bijak biasanya orang-oarang baik yang akan memberikan suatu dorongan semangat menjadi pemerhati dan dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Ibarat celoteh “Jika kita sering-sering bergaul dengan orang bijak maka kita akan menjadi orang bijak,bijak dalam berbudi bahasa,bijak dalam memberikan pemikiran positif,bijak dalam bersikap juga bertindak”. Inilah kelebiahan orang bijak. Bijak bukan berarti sombong,namun mampu menempatkan dirinya disetiap penjuru manapun,melahirkan manusia yang dilandasi iman,taqwa juga berakhlak mulia.
Orang bijak sudah tentu akan memikirkan keluarganya,kaum kerabatnya,sahabatnya bahkan semua kaum akan dapat berdampingan denganya,karena orang bijak akan selalu merendahkan diri seperti tertunduknya padi. Orang bijak akan selalu berpikir apa yang harus aku lakukan,apa yang harus aku berikan,dan bagai mana akau melakukannya. Di ambil hikmah dari terbitnya buku ke-50 Ayahnda Thamrin Dahlan di usia 70 tahun banyak sekali bahasa dari orang bijak. Dimana bahasa tersebut akan memberikan,membangkitkan semangat bagi semua penulis,entah itu kaula tua ataupun muda. Dari bahasa orang bijak,Wai sebagai penulis muda mengutip kata-kata bijak dari orang-orang yang berkumpul di laman YPTD,sebagai sampiran penguatan diri. Samapi sat ini Wai terus mengkonsumsi kata-kata bijak dari orang bijak.
Buku yang ditulis dan di khususkan buat Ayahnda Thamrin Dahlan pada usia 70 tahun,telah membuka mata Wai untuk terus berdampingan dengan orang-orang bijak.Tua juga boleh,muda juga boleh,namun apakah ia mampu berbuat untuk orang banyak.Belum tentu kan kawan ? Bijak dalam arti kata,orang tersebut masuk kedalam suasana yang mampu menarik minat,bakat dan ada daya ketertarikan sesorang untuk ikut serta tanpa alasan atau batasan.
Sudah tentu orang bijak akan melahirkan orang-orang hebat,namun belum tentu orang hebat akan dapat membuat orang semakin bijak. Di laman YPTD semua oarang bijak bersahut-sahut,berceloteh untuk memberikan sesutu yang bermakna melalui sebuah tulisan. Tujuan dari kegiatan ini semua adalah untuk menjadi pemikir dan mengedepankan masalah-masalah yang ada dinegeri ini,untuk sama-sama kita pikirkan. Semua itu diluahkan dalam bentuk tulisan dilaman YPTD,yang bersifat membangun dan positif tujuan dari apa yang dituliskan. Bahasa bijak terselip makna bahsa yang bijak. Orang bijak tidak akan menguntungkan hanya untuk dirinya sendiri,akan tetapi ia akan berfikir untuk dapat menyatu,menyelamatkan semua orang dari ketidak tahuan menjadi tau. Dari yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Orang bijak ia sudah duluan berfikir untuk 100 tahun akan datang. Namun orang hebat ia akan menjadi sebuah kesan bersipat sementara. Jika sudah terkenal ya sudahlah. Orang bijak tetap pada pendiriannya untuk terus berfikir yang memberikan nilai kebaikan.
Ayahnda Thamrin dahlan telah menjawab untuk menjadi orang bijak,buktinya beliau telah membuka semua kalangan untuk tetap menulis bersama-sama rekanan oarng-oarang bijak. Di buku ke- 50, bertepatan pada nikmat usia 70 tahun Ayahnda Thamrin Dahlan telah ku baca satu persatu lembaran buku untuk menjadikan semangat pada diri Wai,tetap pada tau diri,malu diri menyetir semangat agar tetap bersama orang – orang hebat tapi ia bijak.
Kata-kata bijak untuk menjadikan manusia bijak,ku ambil dari bahasa Ayahnda Irjend Pol dr.Asep Hendradiana, Sp An., M. Kes.KIC Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri. Beliau menulis pada kata sambutan di buku ke-50,70 tahun Ayahnda Thamrin Dahlan. Kata bijaknya adalah ” Polisi Juga Manusia, versi Thamrin Dahlan (2017). Dari kata bijak tersebut Wai memberikan suatu penelisiran bahwa tidak semua polisi itu bekerja tidak baik. Yang tiada salah itu adalah para malaikat. Dari kata bijak tersebut ada makna yang bisa kita ambil,bahwasanya apapun profesi kita tergantung pada niat keperibadian kita masing-masing. Kita mau bawa kemana diri kita sesungguhnya. Apakah dijalur kiri atau ke jalur kanan. Maka daripada itu kitalah sendiri yang akan memanusiakan diri kita sendiri. Baik buruk suatu pekerjaan itu kita sendiri yang akan melaksanakannya.Jika pelaksanaan tanggung jawab yang diberikan kepada kita,kita jalani dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan,sudah tentu kita akan menjadi keperibadian yang mempunyaai karakter yang baik. Jika salah dan tiada amanah maka kitalah yang akan menanggungnya. Setir untuk menjadai manusia yang bijak dan hebat serta bertanggung jawab pada tugas dan fungsinya ada pada diri kita sebagai hamba Alloh Swt.
Kata-kata bijak yang kedua ku kutip dari orang bijak yaitu Ayahnda Dahlan Iskan. Tak kenal makanya tak cinta,tak cinta makanya tak sayang,bahasa ini sudah membudi daya. Ayahnda Dahlan Iskan adalah orang bijak,yang mana memberikan argumen atau masukan pada generasi orang Melayu untuk tetap terus melestarikan kearifan lokal yaitu ” Budaya Berpantun Orang Melayu ”
Bersambung…….













