Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau “Jangan Menunggu “

 

Jangan Menunggu

Hari demi hari terus dilewati

Menyisir waktu mengejar arti

Suka duka silih berganti

Satu persatu di ambilnya kembali

 

Takala sehat datanglah sakit

Apapun itu tetap di syukuri

 

Umur sudah semakin sekarat

Uratpun ikut berkarat

Memutih di kepala benang benang putih

Tapi sayang seribu kali sayang

Sedikit bersyukur untuk memuji

 

Jika roh telah pergi

Rugi jika tak sempat menabur budi

Terus menagis meratap diri

Merintih tertapi tapi

Sudah terlambat di balut rugi

 

Jika ayah dan ibu masih ada rawatlah mereka di usia senja

Belailah mereka dengan gembira

Lembutkan suara tiada meronta

Jangan kau marah karena tak berdaya

Jangan hina karena pikunya

 

Kita ada karena mereka

Meregang maut tak putus asa

Sedihpun tak kelihatan oleh kita

Hebatnya mereka menyimpan luka

 

Jangan jadikan diri ini tuli

Yang tak mau berbalas budi

 

Ingat kan ?

Waktu kecil dimandikan

Mau makan di suapi

Mau tidur di nyanyikan

Bahkan kotaran najis yang menjijikkan tetap di cuci

Sedikitpun tiada rasa geli

Tubuh kita terja rapi

Nyamukpun tank sanggup menggingapi

 

Zikir berpanjangan kuasa yang terpuji

Terus mengayun terlelap diri

Lelah pun tak nampak demi si buah hati

 

Jika roh dan raga mereka masih bersaut

Segeralah untuk berlutut

Cucikan tubuhnya yang kerut

 

2 September 2021

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan