Jangan Menunggu
Hari demi hari terus dilewati
Menyisir waktu mengejar arti
Suka duka silih berganti
Satu persatu di ambilnya kembali
Takala sehat datanglah sakit
Apapun itu tetap di syukuri
Umur sudah semakin sekarat
Uratpun ikut berkarat
Memutih di kepala benang benang putih
Tapi sayang seribu kali sayang
Sedikit bersyukur untuk memuji
Jika roh telah pergi
Rugi jika tak sempat menabur budi
Terus menagis meratap diri
Merintih tertapi tapi
Sudah terlambat di balut rugi
Jika ayah dan ibu masih ada rawatlah mereka di usia senja
Belailah mereka dengan gembira
Lembutkan suara tiada meronta
Jangan kau marah karena tak berdaya
Jangan hina karena pikunya
Kita ada karena mereka
Meregang maut tak putus asa
Sedihpun tak kelihatan oleh kita
Hebatnya mereka menyimpan luka
Jangan jadikan diri ini tuli
Yang tak mau berbalas budi
Ingat kan ?
Waktu kecil dimandikan
Mau makan di suapi
Mau tidur di nyanyikan
Bahkan kotaran najis yang menjijikkan tetap di cuci
Sedikitpun tiada rasa geli
Tubuh kita terja rapi
Nyamukpun tank sanggup menggingapi
Zikir berpanjangan kuasa yang terpuji
Terus mengayun terlelap diri
Lelah pun tak nampak demi si buah hati
Jika roh dan raga mereka masih bersaut
Segeralah untuk berlutut
Cucikan tubuhnya yang kerut
2 September 2021












