31 Oktober 2021
Dengarkan Aku Sebentar Saja
Rupa tak sama
Lentera wajah juga berwarna
Hati juga tak sama tuk menilainya
Itulah pandangan terisi makna
Aku, kamu juga dia
Sama sama masih menerka nerka
Sempurna atau mengundang petaka
Jangan ikut rasa karena cintamu meraja
Karena cintamu engkau angap semua sempurna
Sungguh engakau tlah mengundang buta
Dengarkan aku sebentar saja
Jika tiada prantara mereka berdua
Tak mampu engkau kecep dunia
Bahkan merasanya
Sudah saatnya engkau mendengar
Bukan engkau berteriak melawan tanpa sadar
Tunjuk kesombongan tawar menawar
Dia tlah banyak mengeluarkan keringat
Lelah terus berganti
Tulangpun tlah meranggut, kusut mencaut
Bahasa mereka juga tak meruntut
Dengarlah aku sebentar saja
Jika dirimu anggap aku ada diantara mereka
Mereka tlah merasa sebelum kita
Mencerna penuh dewasa
Jangan karena cinta membuat hatimu buta
Matamu hanya sepintas menatapnya
Kelak engkau sesal kian melanda
Karena durhakamu, engkau tampakkan dari raut muka
Bahasa latangmu kan mengundang sesal tak sempurna
Sudah terlambat kelak jika sudah tiada
Dengarkan aku sebentar saja
Tataplah wajah mereka berdua dikala tidur terlena
Apakah engkau tega
Melihat lelah yang terus disembunyikannya
Hanya untuk dirimu menerpa bahagia
Raja Zainol Afandi,S.Pd.SD












