RENUNGAN BEKAL DI 2021

Terbaru596 Dilihat

Tanpa terasa akita sudah memasuki tahun 2021. Ketika meninggalkan tahun yang lama dan memasuki tahun yang baru, kita tidak dapat menyangkal bahwa ada perasaan ketidak pastian tentang situasi yang akan kita alami. Ada juga rasa kuatir menghadapi kesulitan yangmungkin akan menghadang dalam hidup yang kita jalani di hari-hari yang akan datang nanti.

Memang ada  cukup alasan untuk merasa kuatir untuk melangkahkan kaki di tahun yang baruakibat pengalaman menghadapi berbagai peristiwa dan kesulitan yang menghimpit di masa pandemic yang kita alami selama ini.

Salah satu hal yang sedang hangat diperbincangkan dinegeri ini dikalangan masyarakat terlebih lewat berbagai media sosial adalah soal vaksin penangkal virus Covid-19 yang semakin merabak di sentero negeri. Pemerintah telah sepakat, guna mempercepat memutus rantai penularan virus ini dilakukan lewat pemberian vaksin atau vaksinasi. Sasarannya direncanakan untuk 182 orang, dengan anggaran lebih kurang mencapai 73 Triliun. Tapi untuk pelaksanaannya disadari tidak semudah membalikkan telapak tangan karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Pertanyaan banyak bermunculan dan tidak sedikit perdebatan terjadi diantara banyak pihak yang saling melempar pendapat.

Keraguan tentang keamanan, halal tidaknya, bagaimana khasiatnya, siapa yang harus menerima, bagaimana cara memberikannya, darimana sumber produksinya dan belum lagi kekuatian tentang dampak apa yang akan dirasakan penerimanya, dan sebagainya. Kesemuanya jika tidak tepat menanganinya punya potensi menambah kerancuan dan kekuatiran banyak orang.

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Bekal apa yang harus kita punya menjalani tahun 2021 ini? Apakah makanan dan minuman yang berlimpah yang harus disediakan atau sembakao yang harus ditimbun? Bunga deposito yang besar dan mas intan dan permata yang melimpah?  Sebagai orang beriman kita tahu hal itu tidak akan banyak berguna.Apa lagi jika sudah terpapar Covid-19 atau penyakit-penyakit lain yang merongrong membuat tubuh menjadi lemah. Bahkan kesemuanya itu akan sia-sia ketika datang saatnya kita harus menghadap Khalik Sang Pencipta.

Hanya satu tumpuan kita sebagai orang percaya yaitu menyandarkan diri kepada kekuasaan Tuhan Sang Pencipta, bukan kepada kekuatan atau keperkasaan manusia yang senantiasa diungkapkan melalui rasa syukur dan doa atas penyertaan dan kasih-Nya.  Senantiasa bersikap optimis akan penyertaan Tuhan seperti Nabi Nuh melihat sehelai daun di paruh burung merpati dan melengkungnya Pelangi berwarna warni di kaki langit. Berserah dalam kepatuhan penuh ikhlas atas kehendak-Nya terhadap semua peristiwa yang dialami sehari-hari karena tahu jika sesuatu terjadi semuanya itu atas kehendak Dia Khalik pencipta alam semesta.

Karenanya nasihat bijaksana bagi semua umat sebagai bekal di tahun 2021 yang harus selalu kita ingat:

  1. Rasa syukur. Ketika kita membuka mata di hari yang baru, kita tahu kita masih diijinkan menjalani hari yang baru. Itulah hidup, anugerah Tuhan terbesar yang patut disyukuri.
  2. Optimis penuh harapan. Sikap optimis dan anthusias membuat hati senang tanpa kekuatiran. Meyakini bahwa Tuhan menyertai dan memelihara semua ciptaan-Nya. Hati yang gembira adalah obat.
  3. Kepatuhan memelihara hidup. Dalam masa pandemic yang berkepanjangan ini kita patut menjaga anugerah Tuhan yaitu hidup dalam tubuih yang sehat Patuhi semua ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan
  4. Berserah dalam menjalani hidup dalam rancangan Tuhan. Jika Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi dalam hidup kita, Tuhan pasti punya maksud. Dengan itu kita dapat melangkahkan kaki dengan pasti menapaki kehidupan dalam kodrat Illahi.

Tinggalkan Balasan