“Gizi Cermin Kehidupan”

Terbaru155 Dilihat

Makan itu bukan sekedar menangkal lapar. Namun sejatinya cerminan bagai mana menghargai hidup. Ibarat kata bijak “Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang kita tuai esok. hari”

Setiap pilihan makanan bukan hanya untuk merasa kenyang tetapi bentuk tanggung jawab terhadap badan yang dianugerahkan Tuhan.

Karena itu makan merupakan upaya untuk mencapai, mempertahankan, dan memperbaiki kesehatan.

Upaya untuk menjaga kesehatan melalui makanan mengandung zat-zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dalam bahasa sansekertanya disebut “Svasthaharena”.

Kata gizi kini semakin banyak dikenal. Kata ini ditetapkan oleh Prof. Poorwo Soedarmo Bapak Gizi Nasional Indonesia. Terjemahan resmi dari kata “nutrition” saat ia menjabat sebagai pimpinan Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada tahun 1950-an.

Kata “gizi” merupakan serapan dari bahasa Arab “ghidza” yang memiliki arti makanan. Dikenal juga sebagai terjemahan dari kata bahasa Inggris “nutrition”.
yang berasal dari bahasa Latin “nutritionem” yang juga berarti makanan.

Tubuh yang kuat, pikiran yang jernih, dan hati yang tenang diperoleh dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Mengonsumsi makanan tidak perlu mahal, tidak harus sempurna. Yang dibutuhkan hanyalah kesadaran dan niat untuk merawat diri dengan bijak memilih.

Anak belajar bukan dari kata-kata, tetapi dari apa yang ia lihat. Ketika melihat contoh memilih makanan yang baik dan sehat itu sebenarnya membangun masa depan generasi berikutnya.

Karena itu menjaga status gizi adalah bentuk syukur, disiplin, dan kasih kepada diri sendiri, kepada orang yang dicintai, dan kepada kehidupan yang telah diberikan Tuhan.

Setiap suapan yang dipilih dengan bijak adalah langkah kecil menuju hidup yang lebih kuat, lebih panjang, dan lebih bermakna. Itulah makna gizi cermin kehidupan.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

 

 

Tinggalkan Balasan