Wajah cemberut tentu mengundang suasana kurang nyaman. .
Cemberut bukan hanya soal ekspresi wajah semata-mata. Itu sinyal emosi yang memengaruhi orang lain di sekitar.
Dalam kehidupan sehari-hari, di rumah, kantor, atau komunitas mimik wajah sering berbicara lebih keras daripada kata-kata.
Ketika seseorang cemberut, orang lain bisa ikut merasa tidak nyaman, tersinggung, atau bahkan ikut “bad mood‘ tanpa alasan jelas. Begitu kuatnya pengaruh satu ekspresi kecil. Itulah bukti sederhana bahwa ekspresi negatif menular dalam sekejap.
Karena itu, menjaga ekspresi dan sikap bukanlah soal berpura-pura, atau bersandiwara. Itu tentang menciptakan lingkungan emosional yang sehat. Jika hal negatif saja bisa menular cepat, tentu saja energi positif jauh lebih mudah menyebar.
Kadang, satu senyum ringan atau ucapan ramah dapat meredakan ketegangan dan mengubah atmosfer sekeliling menjadi riang. Selalu ada pilihan mana yang ingin disebarkan.
Pilih cemberut, hormon stress meningkat. Stress yang berkepanjangan bisa memicu sakit kepala, masalah lambung, pencernaan, bahkan peningkatan risiko stroke dan gagal jantung.
Ekspresi yang tidak menyenangkan bisa dijauhi orang sekitar atau teman.
Karena itu orang Inggris mengatakan:
“Frawnning is contagious ”
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)




