NO WAR JADI MAKANAN LEZAT

Terbaru1075 Dilihat

Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom

Malang selain berudara sejuk, punta kuliner khas juga punya bahasa gaul yang unik. Entah kapan dimulainya bahasa gaul yang ditunggang balikan ini muncul. Bayangkan saja kata pulang atau Jawanya muleh ditunggang balikan menjadi helum. Makan dilafalkan dengan nakam, sehat menjadi tahes, arek Malang menjadi kera ngalam, ebes nganal yang artinya bapak, raulek keluar dan sebagainya. Nampaknya hampir semua lapisan masyarakat bisa berkomunikasi dengan cara seperti ini.

Dari cara berkomunikasi ala membaca tulisan dalam bahasa Arab yang mulai dari kiri berahir di kanan ini, konon lahirlah nama Rawon. Bagaimana ceritanya bisa seperti itu? Benar atau tidaknya walahu alam, konon kata Rawon muncul di zaman revolusi kemerdekaan.

Kala laskar kera-kera ngalam yang tengah bergerilia masuk hutan keluar hutan melawan tentara KNILnya Belanda mendapat kabar adanya gencatan senjata. Pasukan laskar ini kemudian beristirahat di Desa Rampal Celaket, Klojen-Malang.

Ketika memasuki desa banyak penduduk yang bertanya mengapa mereka kelihatan santai dan berani masuk ke desa. Beberapa anggota laskar kemudian menjawab dengan menggunakan bahasa Inggris, no war, no war…tidak ada perang, tidak ada perang. Maksudnya lagi gencatan senjata mungkin yang mau disampaikan.

Ketika tiba waktu makan siang mereka dijamu oleh warga desa. Tuan rumah menyajikan menu makanan hari itu terasa begitu  lezat, potongan daging kecil-kecil berkuah hitam, lengkap dengan toge, telur asin dan kerupuk. Makanan itu terasa sangat menjawab selera dan nikmat. Mungkin karena lapar juga selama bergerilia makan seadanya. Apa saja yang bisa dimakan jadilah pengganjal kampung tengah alias sang perut. Karena harus bergerak cepat menghindar lalu menghilang pasti energi tidak boleh kurang.

Usai makan, tak ada waktu untuk sekedar bersantai, harus segera bergeser menuju posisi yang lebih strategis. Di tengah perjalanan ada anggota laskar yang bertanya apa nama masakan yang disuguhka. Entah asal njeplak kata orang Jawa, rekan laskar yang lain nyeletuk Rawon..Rawon.. ini kebalikan dari kata no war yang diartikan genjatan senjata alias cease fire coro londone istilah untuk orang bule entah dari negeri mana pun mereka berasal. Mungkin tahunya waktu itu yang berkulit putih hanya orang Belanda. Dasar kera ngalam..  nes…cak.

Faktanya Rawon Rampal memang sudah kondang jadi buruan para pencinta kuliner rawon jika mengunjungi Kota Ngalam

Tinggalkan Balasan