Unik juga manusia ini. Ia banyak mendapat anugerah dari Sang Pencipta, diberi kemampuan untuk berpikir, berbicara, dan bertindak.
Ada pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ini saling terhubung erat dan membentuk jati diri seseorang.
“Apa yang dipikirkan, akan dikatakan; apa yang dikatakan, akan dilakukan.” suatu ungkapan yang menunjukkan betapa besar pengaruh isi pikiran terhadap arah hidup seseorang.
Mengapa demikian?
Pertama pikiran itu akar segalanya. Setiap tindakan manusia bermula dari pikiran.
Ibarat benih, pikiran yang ditanam akan menentukan hasil panen. Jika benih yang ditanam adalah keyakinan, harapan, dan kebaikan, maka buah yang dihasilkan pun berupa kebahagiaan dan kesuksesan.
Ketika seseorang berpikir positif ia akan melahirkan sikap optimis, tenang, dan berorientasi pada solusi. Sebaliknya, jika berpikir negatif muncul kecemasan, kemarahan, dan keraguan.
Jagalah pikiran agar tetap sehat dan jernih. Itu menjadi dasar penting dalam membangun kehidupan yang bersih.
Kedua, perkataan merupakan cermin pikiran. Apa yang tersimpan di dalam pikiran biasanya akan tercermin melalui kata-kata.
Seseorang yang berpikir positif akan cenderung berkata lembut, memberi semangat, dan menyebarkan inspirasi. Sebaliknya, orang yang pikirannya penuh iri, curiga, dan kebencian akan mudah melontarkan kata-kata kasar dan menyakitkan.
Kata itu memang unsur bahasa terkecil yang diucapkan atau dituliskan. Kata memiliki makna tertentu, berfungsi untuk menyampaikan pikiran, perasaan, serta informasi dan menjadi dasar pembentukan kalimat.
Namun betapa tajamnya kata-kata. Ia sanggup menembus sanubari. Kata-kata bukan hanya sekadar bunyi, melainkan energi yang dapat memengaruhi orang lain. diri dan sendiri.
Kata yang baik mampu menjadi doa dan motivasi, sementara kata buruk dapat melukai hati dan meruntuhkan semangat.
Ketiga Perbuatan adalah bukti nyata perwujudan kata. Setelah diucapkan, perkataan biasanya mendorong seseorang untuk bertindak. Janji, tekad, atau pernyataan yang diucapkan sering menjadi penggerak lahirnya perbuatan.
Dari sini dapat dipetik pelajaran kata-kata tidak boleh diucapkan sembarangan, karena setiap ucapan memiliki konsekuensi. Sekali terucap tidak dapat ditarik :. Ia kan melekat dibenak fan dihati.
Perbuatan adalah puncak dari rantai proses ini. Ia menjadi bukti nyata apakah pikiran dan perkataan seseorang benar-benar selaras.
Orang yang baik adalah yang mampu menjaga konsistensi: memikirkan hal baik, mengucapkan kata yang baik, lalu mewujudkannya dalam tindakan nyata yang baik pula. Itu satunya kata dan perbuatan.
Keempat Harmoni antara pikiran, perkataan, dan perbuatan
Bila seseorang mampu menyelaraskan ketiga hal tersebut dijatakan ia memiliki kehidupan yang seimbang.
Tidak ada gunanya berpikir baik namun berkata buruk.
Tidak pula bijak berkata manis tetapi bertindak sebaliknya. Integritas seseorang tercermin ketika pikiran, kata, dan tindakannya sejalan.
Itulah harmoni yang harus dijaga seseorang agar dihargai oleh lingkungannya, juga merasakan ketentraman batin karena hidupnya jujur dan konsisten.
Ungkapan “Apa yang dipikirkan, akan dikatakan; apa yang dikatakan, akan dilakukan” merupakan rangkaian kata yang menentukan kualitas hidup. Itulah satunya kata dan perbuatan. Dari sanalah lahir pribadi yang berintegritas, dipercaya, dan membawa manfaat bagi sesama.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)











